Modus Operandi Penipuan Berkedok Investasi

Modus Operandi Penipuan Berkedok Investasi

Ciri utama penipuan berkedok investasi adalah tidak dimilikinya dokumen perizinan yang sah dari regulator (pengawas) terkait seperti Otoritas Jasa Keuangan (OJK), Bank Indonesia, Bappebti – Kementerian Perdagangan, Kementerian Koperasi dan UKM, dan lain-lainnya. Berdasarkan ketentuan perundang-undangan yang ada, saat ini ada beberapa jenis izin usaha untuk melakukan penghimpunan dana masyarakat dan pengelolaan investasi :

  • Berdasarkan Undang-undang No. 10 tahun 1998 yang merupakan perubahan atas Undang-Undang No. 7 tahun 1992 tentang Perbankan, Bank adalah badan usaha yang menghimpun dana dari masyarakat dalam bentuk simpanan dan menyalurkannya kepada masyarakat dalam bentuk kredit atau bentuk-bentuk lainnya dalam rangka meningkatkan taraf hidup rakyat banyak. Setiap pihak yang menghimpun dana dari masyarakat dalam bentuk simpanan, wajib terlebih dahulu mendapatkan izin usaha sebagai Bank dari Bank Indonesia (sebagai informasi, mulai 2014 perizinan dan pengawasan Bank akan beralih ke OJK).
  • Berdasarkan Undang-undang Nomor 8 Tahun 1995 tentang Pasar Modal (Undang-undang Pasar Modal), izin usaha Manajer Investasi diberikan oleh Bapepam dan LK. Adapun lingkup kegiatan usaha Manajer Investasi meliputi pengelolaan portofolio Efek untuk para nasabah atau mengelola portofolio investasi kolektif untuk sekelompok nasabah. Dana yang dikelola oleh Manajer Investasi diinvestasikan pada instrumen Efek sebagaimana dimaksud dalam Undang-undang Pasar Modal, yaitu surat berharga yaitu surat pengakuan utang, surat berharga komersial, saham, obligasi, tanda bukti utang, Unit Penyertaan kontrak investasi kolektif, kontrak berjangka atas Efek, dan setiap derivatif (produk turunan) dari Efek.
  • Sedangkan izin usaha Pialang Perdagangan Berjangka (Pialang Berjangka) diberikan oleh Bappebti berdasarkan Undang-undang Nomor 32 Tahun 1997 tentang Perdagangan Berjangka Komoditi. Izin usaha ini mencakup kegiatan yang berkaitan dengan jual beli komoditi berdasarkan kontrak berjangka atas amanat nasabah dengan menarik sejumlah uang dan atau surat berharga tertentu sebagai margin untuk menjamin transaksi tersebut.

Pada umumnya perusahaan penipu tersebut berbentuk badan usaha seperti Perseroan Terbatas (PT) atau Koperasi Simpan Pinjam dan hanya memiliki dokumen Akta Pendirian/Perubahan Perusahaan, Nomor Pokok Wajib Pajak (NPWP), Keterangan domisili dari Lurah setempat, dengan legalitas usaha berupa Surat Izin Usaha Perdagangan (SIUP), dan Tanda Daftar Perusahaan (TDP).

Berdasarkan Peraturan Menteri Perdagangan Nomor 36/M-DAG/PER/9/2007 tentang Penerbitan Surat Izin Usaha Perdagangan, diatur bahwa Perusahaan dilarang menggunakan SIUP untuk melakukan kegiatan “menghimpun dana masyarakat dengan menawarkan janji keuntungan yang tidak wajar (money game)”. Pada beberapa kasus, ditemukan pula perusahaan pengerah dana masyarakat yang mengakui dan menggunakan izin usaha perusahaan lainnya dalam operasinya.

Sumber : Otoritas Jasa Keuangan

Ibu Rumah Tangga Perlu Asuransi Penyakit Kritis

Ibu Rumah Tangga Perlu Asuransi Penyakit Kritis

Ibu Rumah Tangga menempati tempat paling sentral dalam sebuah keluarga. Pekerjaan yang harus diembannya seringkali nggak ada putus-putusnya. Ini membuat resiko kesehatan yang ditanggung menjadi sangat besar.

Sementara rawat inap seringkali menjadi kekhawatiran banyak orang, begitu besar biaya yang harus ditanggung apabila seseorang terkena sakit saat ini, dan akan bertambah jauh lebih besar kalau terkena sakit-sakit yang sangat parah atau yang disebut sakit-sakit kritis. Ibu rumah tangga dan para pekerja freelance termasuk kelompok orang yang jarang punya asuransi. 

Ibu rumah tangga biasanya menggantungkan asuransinya pada asuransi yang didapat dari tempat kerja suami. Tapi sebaiknya memiliki asuransi sendiri, terlebih lagi apabila dapat melengkapi polis asuransi yang diberikan perusahaan asuransi suami.

Apakah kamu Ibu rumah tangga? Yuks pahami pentinya memiliki asuransi penyakit kritis seperti pembahasan berikut ini :

Pahami Bahwa Wanita Memiliki Tubuh Yang Kompleks
Wanita berbeda dengan kaum pria, wanita memiliki tubuh yang lebih kompleks karena wanita mengalami kehamilan, haids, manopose dan lain-lain. Karena kompleksnya tubuh wanita, ini menyebabkan resiko penyakit menjadi lebih besar dialami oleh wanita. Banyak penyakit-penyakit berat yang tidak ada dikaum pria, misalnya : Kanker kandungan, Lupus, kanker serviks dan lain-lain.

Asuransi Penyakit Kritis Akan Meringankan Biaya Pengobatan
Ketika kita dirawat di Rumah sakit bukan hanya kesembuhan yang harus dikhawatirkan. Anggota keluarga yang ikut merawat harus dipikirkan biaya-biaya yang harus dikeluarkan. Bayangkan apabila biaya-biaya itu harus ditanggung sendiri, tentunya akan sangat membingungkan.

Adanya asuransi akan membantu meringankan biaya pengobatan. Karena keberadaan asuransi sangat meringankan maka sangat penting untuk memilih asuransi yang tepat. Kemudahan klaim menjadi salah satu yang paling harus diperhatikan.

Ketika Ibu Rumah tangga sakit, seringkali banyak pekerjaannya yang tidak dapat dilakukan oleh keluarga lainnya, yang membuat biaya-biaya lainnya bisa naik tinggi juga.

Asuransi Penyakit Kritis Bikin Kita Fokus Pada Kesembuhan.

Seorang wanita, biasanya berpikir dengan menggunakan hatinya, sehingga beban pikiran yang mengganggu akan langsung terasa dampaknya secara fisik.

Penyakit umumnya timbul dari beban-beban pikiran yang kita hadapi, jadi semakin banyak beban pikiran akan semakin beresiko kita mengalami sakit. Sehingga ketika kita dirawat karena sakit, sangat penting kalau kita tidak berpikir macam-macam.

Asuransi Penyakit Kritis akan membantu kita mengurangi beban-beban biaya berkaitan biaya-biaya. Kita sebagai pasien akan fokus kepada kesembuhan bukan mencari biaya-biaya tambahan.

 

Asuransi Penyakit Kritis dapat Memberikan Ketenangan Secara Financial

Ketika seorang Ibu rumah tangga masuk rumah sakit, akan banyak hal yang menjadi berantakan, juga masalah finansial. Apalagi penyakit yang datang adalah penyakit kritis. Sangat sulit menyeimbangkan pemenuhan kebutuhan rumah tangga dengan biaya pengobatan.

Jika semua keluarga terlindungi asuransi, maka kekhawatiran akan berkurang, karena setiap ada anggota keluarga yang sakit asuransi akan selalu siap melindungi dari sisi pembiayaan.

Asuransi Penyakit Kritis Menjadi Pengganti Dana Darurat

Berapa banyak diantara kita yang selalu rajin dan telaten menyisihkan sebagian penghasilan untuk dana darurat? Jika anda termasuk orang yang nggak disiplin, maka kepemilikan asuransi penyakit kritis akan menjadi pilihan yang penting. Tanpa dana darurat dan asuransi tentunya biaya pengobatan akan sangat memberatkan.

Biarpun asuransi dapat menjadi pengganti dana darurat, kita tetap perlu mengupayakan dana darurat, karena mungkin saja ada kebutuhan yang diluar asuransi.

Jadi kesimpulannya, seorang Ibu rumah tangga sangat membutuhkan perlindungan asuransi penyakit kritis. Carilah program yang terbaik dengan berkonsultasi dengan agen-agen asuransi yang terpercaya.

Senang-senang Dengan 5 Ribu Perak Aja

Banyak orang menganggap jika kita mau bersenang-senang, kita harus punya uang banyak. Padahal, hanya dengan menabung Rp. 5000 setiap hari kamu juga bisa bersenang-senang dengan cara yang hemat loh. Masa nggak mau sih, sisihkan uang Rp. 5.000 setiap hari?

Nonton Film di Bioskop 2 Minggu Sekali

Biasanya sebulan berapa kali sih kamu bisa nonton ke Bioskop? Jika hanya sebulan atau dua bulan sekali, kini kamu bisa nonton 2 minggu sekali. 

Dalam satu kali nonton, kira-kira biaya yang dibutuhkan adalah Tiket nonton Rp. 40.000 + Snack Rp. 20.000 = Rp. 60.000. Dibagi aja dengan Rp. 5000, yang menghasilkan 12 hari atau bisa dibulatkan menjadi 2 minggu. 

Nah, sekarang kamu bisa nonton dua minggu sekali dengan menabung Rp. 5.000,- setiap harinya. menyenangkan bukan?

Cobain Kuliner Legendaris ke Luar Kota 4 bulan sekali

Ingin melakukan solo traveling tapi tidak kunjung juga terwujud? Coba deh berhitung, dengan menabung Rp. 5.000 perharibisa membawamu kulineran ke luar kota 4 bulan sekali, loh. 

Rp. 5.000 x 120 hari = Rp.600 ribu yang bisa kamu gunakan untuk biaya kereta, baik bus dan kulineran sendiri diluar kota. Ini biaya tanpa nginep yaa.., cuma jalan-jalan aja!

Ganti Acara Hangout dengan Piknik ke Taman Kota.

Teman-teman sering kali ingin ngajakin kumpu;, tetapi hal ini bikin pengeluaran semakin membengkak. Beralih aja dari cafe mahal ke taman kota saat weekend, kalian bisa coba untuk piknik sambil olahraga. Biar acara kumpul-kumpul makin berfaedah. Minta saja untuk patungan dengan teman-teman yang lainnya.

Untuk kumpul dengan 5-6 orang, patok satu orang dengan biaya Rp. 100.000 x 6 orang = Rp. 600.000. Biaya ini sudah termasuk makan, minum serta sewa sepeda untk olahraga. Kamu sendiri hanya butuh 20 hari untuk mendapatkan uang Rp. 100.000 untuk kumpul-kumpul.

Beli Keperluan Hobi 1 bulan Sekali

Setiap orang pastinya memiliki hobi yang ditekuni, yang tentunya membutuhkan biaya. Misalnya hobi membaca yang butuh update buku, hobi koleksi, hobi berenang dan masih banyak lagi yang lainnya. 

Nah, dengan mengumpulkan uang Rp. 5000 x 30 hari, kamu bisa mengumpulkan uang Rp. 150.5000 untuk hobimu. Jika kamu membutuhkan uang lebih banyak, bisa diundur ke bulan depan ya. Sesuaikan dengan kebutuhan.

“Work hard, play hard”, kutipan inilah yang harus menginspirasi kamu buat lebih rajin menabung agar banyak bersenang-senang . Semoga berhasil!

Kenapa BPJS Selalu Kesulitan Keuangan?

Kenapa BPJS Selalu Kesulitan Keuangan?

BPJS telah melakukan sebuah perubahan kebiasaan kita. Dulu banyak orang yang tidak perduli dengan kesehatan, sekarang kita bisa melihat bagaimana Rumah Sakit bisa begitu penuh orang-orang yang berobat.

Tetapi belakangan ini, kenapa begitu banyak berita yang tidak enak mengenai BPJS, banyak Rumah Sakit yang berteriak, karena ternyata BPJS tidak bayar tagihan-tagihannya. Ini membuat pemerintah terus memutar otak untuk menyelamatkan BPJS, karena memang dibutuhkan oleh masyarakat.

Oleh sebab itu, kita sebagai masyarakat harus paham secara benar, bagaimana cara kerja BPJS sebenarnya. BPJS sebetulnya adalah sebuah asuransi sosial, yang penyelenggaranya adalah pemerintah. Disebut asuransi sosial karena memang tujuan dari BPJS ini adalah untuk membantu masyarakat menengah kebawah dalam mengatasi kondisi-kondisi kesehatan yang tidak diinginkan.

Disini saya akan membahas lebih fokus kepada BPJS Kesehatan, karena masalah terbesar yang terjadi adalah di bagian ini. Karena orang bisa klaim berkali-kali, program ini yang banyak berhutang kepada Rumah Sakit.

Seperti asuransi umumnya, program BPJS Kesehatan memberi perlindungan kepada kita atas kejadian sakit dengan perlindungan rawat jalan dan rawat inap dengan cakupan perlindungan yang sangat luas, malah jauh melebihi asuransi kesehatan manapun.

Baca juga : Asuransi kesehatan FWD Life menyaingi BPJS Kesehatan

Pertanyaannya adalah, dari mana BPJS membayar semua klaim-klaimnya, padahal perlindungannya jauh lebih luas dari asuransi biasa. Dari pemerintah? Tentunya bukan, dari mana pemerintah mendapat uang untuk melindungi seluruh masyarakat Indonesia yang saat ini sudah melebihi 250 juta orang.

Jawabannya adalah dari premi yang dibayar oleh semua orang yang tergabung didalamnya. Dengan dua kriteria, bagi yang mampu bayar sendiri dan yang tidak mampu dibayar oleh pemerintah lewat bantuan-bantuan khusus.

Tetapi kenapa sampai terjadi tunggakan-tunggakan di RS, yang tentunya menyulitkan RS dalam menangani pasien? Sebenarnya ada beberapa hal yang membuat ini terjadi, yaitu :

1. Kesadaran membayar premi

Program BPJS Kesehatan adalah program subsidi silang, yang sehat akan membantu yang sakit. Jadi apabila yang sakit jumlahnya lebih besar dari yang bayar, karena yang bayar nggak disiplin membayar, tentunya BPJS Kesehatan akan kesulitan membayar klaim.

Yang banyak terjadi adalah banyak orang yang yang bergabung dalam BPJS setelah tahu dia sakit atau harus masuk rumah sakit, setelah sembuh BPJS Kesehatannya nggak dibayar lagi. Hal ini tentunya sangat memberatkan. BPJS sebetulnya sudah dapat mengantisipasi kejadian ini, dengan menggunakan masa tunggu kalau dia baru pulihkan polisnya, bahkan tunggakan sebelumnya juga harus dibayar. Tetapi masih banyak orang yang bergabung ke BPJS ketika sudah sakit, sementara ketika sehat nggak mau bergabung.

Jadi sebetulnya, kalau kita semua mau bergabung dengan BPJS dan disiplin membayar, mungkin kejadian-kejadian diatas nggak mungkin terjadi.

2. SOP Yang Tidak Dijalankan Dengan Disiplin

Banyak terjadi, pemegang kartu BPJS dalam kondisi tidak membayar, tetap bisa klaim. Sehingga menjadi beban keuangan yang berat dan menimbulkan ketidakadilan. Karena orang-orang yang membayar dengan disiplin akhirnya nggak mendapat perlindungan yang semestinya, karena uangnya digunakan buat bayar klaim orang yang bukan semestinya.

Sebetulnya hal ini sudah mulai dapat diatasi dengan menggunakan teknologi yang ada. Sehingga sistem akan menjaga dari kejadian-kejadian seperti ini.

3. Jumlah peserta yang masih sedikit

Semakin banyak peserta BPJS, maka akan semakin besar pula dana yang terkumpul, sehingga BPJS Kesehatan mempunyai cukup uang untuk membayar klaim-klaimnya.

Sehingga penting bagi kita juga untuk mengajak orang-orang disekeliling kita supaya mau bergabung dengan BPJS Kesehatan.

4. Kebiasaan Hidup Sehat

BPJS kesehatan merupakan program Nasional, jadi bukan hanya premi yang dijaga saja, tetapi klaim juga harus dijaga. Klaim dijaga bukannya dengan membatasi klaim, tetapi dengan mensosialisasikan hidup sehat di masyarakat.

Di Indonesia masyarakatnya belum memiliki kesadaran untuk hidup sehat. Sehingga banyak penyakit yang dapat sebetulnya dapat dihindari, tetapi gagal untuk dihindari. Misalnya dengan menghilangkan kebiasaan merokok, maka resiko orang terkena penyakit yang berhubungan dengan paru semakin berkurang.

Atau dengan membudayakan olahraga, maka akan semakin sedikit orang terkena penyakit-penyakit kritis diusia muda.

Jadi, teman-teman BPJS, adalah milik kita semua, ayo kita semua bergabung dan saling membantu dengan program ini. Sehingga semakin banyak masyarakat kita yang akan terbantu, khususnya dibidang kesehatan.