Asuransi Bayar Pendek

Asuransi Bayar Pendek

Asuransi Bayar Pendek adalah kebiasaan yang sering terjadi di sekeliling kita. Sangat sering kita mendengar kata-kata, Pokoknya saya nggak mau lama-lama bayar preminya!

Pertanyaan yang sering timbul dibenak kita adalah kenapa kita harus takut bayar/nabungnya lama diasuransi?

Sekarang kita coba cari analoginya, supaya kita mudah memahami, dan mungkin dapat menambah wawasan kita mengenai asuransi yang benar.

Sampai sekarang kita masih ada nabung di Bank? Tentunya masih kan …

Berapa tahun ?

Sejak kuliah? Sejak bekerja? Sejak menikah?

Tetapi kenapa masih nabung sampai sekarang ? Padahal lama loh. Ya, karena kalau nggak nabung duitnya cepat habis dan nggak bisa tuk beli apa pun.

Sadar nggak sih, kalau cara seperti itu justru “berisiko” tinggi!

Resiko apa saja yang mungkin terjadi?

  1. Tabungan bisa cepat HABIS, bahkan dapat dalam hitungan hari saja, apabila terkena musibah yang tidak terduga, seperti Sakit Kritis, Menjadi Cacat, atau pun Masuk RS.
  2. Yang kita tabungkan hanya mampu memenuhi kebutuhan saja, kekurangannya mungkin kita akan berhutang, belum lagi apabila ada keinginan biarpun tabungan tidak cukup, padahal kita sudah bekerja keras tetap saja belum cukup.
  3. Tabungan itu tidak mudah buat diwariskan, ketika pemilik rekening di Bank meninggal dunia, banyak syarat yang harus dipenuhi oleh ahli waris untuk mencairkan uangnya, bahkan beberapa kejadian membutuhkan pengacara. Apalagi kalau harus merujuk UU Waris, yang tentunya semakin sulit buat mengatur pembagiannya.

Ribet kan ….

Beda kalau kita nabung diasuransi …

Nilai tabungannya tetap, dan disiplin karena autodebet. Bisa bayarin biaya Rumah Sakit (Gratis), nggak perlu ambil tabungan apalagi harus jual aset.

Semakin lama nabung, akan semakin besar keuntungan yang kita dapat. Dan satu lagi, jaminan uang tabungan akan diberikan ke ahli waris dengan mudah tanpa ribet dengan hukum apabila kita meninggal dunia. Dan satu lagi , yang nggak ada saingannya …. Tabungan ini BEBAS PAJAK!

Hal Remeh yang Bikin Boros

Hal Remeh yang Bikin Boros

Apakah kita sudah terbiasa mengelola kuangan sejak kecil? Dari pengalaman sih, nggak banyak orang tua yang memberikan pelatihan yang cukup tentang hal ini.

Belajar mengelola keuangan yang paling mudah adalah belajar berhemat, tetapi ketika kita jalankan ternyata nggak mudah juga yaa ..

Ketika sudah menghasilkan pendapatan sendiri, kita cenderung tergoda untuk menghambur-hamburkan uang. 

Jajanan Kecil di minimarket setiap hari

Padahal tadinya mau membeli barang tertentu, tetapi waktu kita sampai malah tergoda beli yang lain. Paling sering terjadi adalah membeli jajanan kecil yang didisplay di deket meja kasir. Mungkin nilainya tidak besar, nggak sampai 20 ribu. Tapi cob hitung jika dikalikan setiap hari selama sebulan? Wah, lumayan lho nominalnya, bisa buat ditabung kan …

Berlangganan Gym atau Netflix

Kalau kamu masih belum punya komitmen yang bagus untuk berolahraga, sebaiknya tidak perlu berlangganan gym. Kamu bisa berolahraga sendiri dengan jogging tiap pagi atau bermodalkan video olahraga di Youtube. 

Jika setiap hari kamu lebih banyak menghabiskan waktu di luar rumah dan pulang dalam keadaan sangat lelah, pertimbangkan deh untuk berlangganan Netflix karena kamu bakal jarang menontonnya.

Secara nila ekonomis, jika kita berlangganan suatu layanan umumnya mendapatkan harga lebih murah. Ada juga berbagai paket promo dan diskon kita menjadi member. Tapi coba pertimbangkan lagi. Jika tidak dipakai dengan maksimal, ujung-ujungnya malah jadi pemborosan.

Tergoda Beli Beauty Product Terbaru

Saat ini pengaruh beauty influencer benar-benar menggoda iman. Hampir tiap hari kita terpapar informasi produk-produk kecantikan baru yang diluncurkan. Nah kalau nggak pintar-pintar menhan diri, hal ini bisa jadi pemborosan loh. Tahan dulu, beauty product punya jangka waktu yang terbatas. Jadi ketimbang terbuang sia-sia, lebih baik habiskan dulu yang ada yaa.

Dari nilai barang yang kecil, kita bisa belajar menghargai uang. Karena setiap rupiah yang kita keluarkan ada maknanya, #MasaGakMau lebih hemat?

Beda MLM dengan Skema Piramida, Sistim Binari dan Investasi Surat Berantai

Beda MLM dengan Skema Piramida, Sistim Binari dan Investasi Surat Berantai

Saat ini bisnis MLM dalam pandangan masyarakat menjadi sangat buruk. Bahkan orang-orang yang tidak paham, mengatakan bisnis MLM adalah sebuah penipuan. Ini semua dikarenakan banyaknya bisnis penipuan yang menumpang bisnis MLM.

Adanya rasa cemas dan sikap kewaspadan yang cenderung berlebihan. Mereka belum paham mana bisnis MLM yang bagus dan mana yang tidak, dan apa bedanya MLM dengan skema Piramida, Sistem Binari, serta Investasi Surat Berantai yang sering merugikan masyarakat. Sekali mereka mendengar kata MLM, langsung “pasang tameng“.

Sikap masyarakat seperti itu sebetulnya bukan hal yang harus disalahkan. Itu hanyalah sikap melindungi diri agar tidak mudah terbujuk orang-orang yang berniat menipu saja. Bisa saja mereka pernah jadi korban, atau mungkin keluarganya yang terkena. Ada juga oknum-oknum pelaku MLM yang melakukan penipuan. Bahkan perusahaan-perusahaan yang menipu dengan mengatasnamakan MLM dan memasarkan produk-produk tidak berkualitas juga ada.

Sistem pemasaran berjenjang atau biasa disebut Multi Level Marketing merupakan salah satu sistem bisnis modern. MLM ini juga suka dikatakan sebagai Network Marketing.  Sistim ini adalah metode atau teknik pemasaran berjenjang dan memakai pendekatan penjualan langsung (direct selling). Sistim ini memangkas sedikitnya dua pihak dalam jalur distribusi. Produsen tidak perlu lagi mencari perusahaan distributor untuk memasarkan produknya, dan tidak memerlukan grosir untuk mendistribusikan produk dan distributor ke konsumen, tetapi cukup dengan distributor independen.

Keunikan sistem MLM ini terletak pada distribusi produknya yang tidak akan di jumpai di toko-toko, swalayan dan warung-warung. Produk diperoleh melalui distributor langsung yang umumnya berupa pribadi-pribadi.

Skema Piramida dan Investasi Surat Berantai (Bukan MLM)

Skema Piramida sebetulnya sudah dilarang oleh Undang-Undang, yaitu UU Perdagangan no. 7 tahun 2014, pasal 9. Sangat jelas sebetulnya larangan kepada perusahaan untuk mendistribusikan barangnya dengan skema Piramida.

Usaha ini akan menguntungkan orang yang posisinya paling atas, dan merugikan kaki-kaki dibawahnya. Banyak sekali korban dengan sistem seperti ini, tetapi entah karena malu atau merasa nilai kerugiannya sebagai bagian dari resiko bisnis, nggak banyak yang mau melaporkan kepada pihak yang berwenang.

Ciri-ciri skema Piramida ini adalah :

  1. Pungutan biaya pendaftaran anggota yang relatif besar dan sebagian digunakan untuk memberi komisi atau bonus kepada orang yang merekrut anggota baru.
  2. Setiap anggota diharuskan untuk membeli produk dalam jumlah besar dengan potongan-potongan harga setinggi mungkin. Padahal, harga produk tersebut telah dinaikkan secara tidak wajar. Pembelian produk tidak disertai jaminan uang kembali (garansi), karena produknya tidak berkualitas.
  3. Tidak peduli dengan kepuasan pelanggan, sehingga pembeli cenderung menjadi korban.
  4. Tidak ada perjanjian/kontrak tertulis antara perusahaan dengan distributornya.
  5. Anggotanya tidak memiliki peluang yang sama untuk mendapatkan keuntungan dari penjualan produk atau jasa. Orang yang mendaftar belakang kurang mendapat peluang untuk memperoleh keuntungan. Padahal dalam MLM harus sama.
  6. Keuntungan terbesar adalah dari mengajak orang, bukan dari penjualan produk-produknya, bahkan beberapa kejadian produknya malah akhirnya tidak digunakan.

 

Skema Binari  (Bukan MLM)

Sistem Binari sering disebut juga sebagai kembarannya skema Piramida dan Investasi Surat berantai. Sistim ini memberi keuntungan kepada distributornya dari hasil perekrutan semata-mata (Bertentangan dengan aturan WFDSA-World Federation Direct Selling Association). Sistim ini dikembangkan berdasarkan pola perekrutan dua orang yang diduplikasi terus-menerus. Sering juga disebut membeli kavling untuk menjadi anggota.

Setiap orang dapat menjadi anggota berkali-kali, sistim ini merupakan permainan uang (Money Game) secara untung-untungan dengan menjadi anggota. Sistim ini bukan MLM, sistim ini hanya menarik orang-orang yang enggan bertanggung jawab, malas berusaha dan tidak peduli terhadap orang lain.

Jadi, teman-teman berhati-hatilah apabila mendapat penawaran bisnis, perhatikan bentuknya dan lihat skemanya. Kadanng asosiasi yang berwenangpun kecolongan, banyak contohnya disekeliling kita, jadi mau-nggak mau, kita yang harus berhati-hati dengan mempelajarinya.

Saldo Rekening Jalan di Tempat, Kenapa Ya?

Saldo Rekening Jalan di Tempat, Kenapa Ya?

Semangat bekerja kita tentu akan semakin tinggi kalau penghasilan terus bertambah. Setiap bulan uang kita terus bertambah dan menumpuk di rekening.  Tetapi faktanya ternyata saldo tabungan kita malah membuat kita menjadi tertegun. Bukannya bertambah, koq malah jumlahnya gitu-gitu saja. 

Dimana letak kesalahannya? Yang pasti bukan kesalahan bank tempat kita menabung. Bukan juga printer dan komputer bank bank yang mungkin salah cetak. 

Uang tabungan jalan ditempat pasti ada penyebabnya, dan faktor terbesarnya adalah diri kita sendiri, dan sering kali kita tidak menyadarinya. Berikut adalah penyebab saldo jalan ditempat.

Tabungan dan Pengeluaran Tercampur

Penyebab pertama dan sering diremehkan adalah, mencampur rekening kita antara saldo pengeluaran dan pemasukan. Padahal dengan memiliki dua rekening yang berbeda, sangat besar manfaatnya.

Gunakan rekening tabungan pengeluaran untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari. Rekening ini kita jadikan sebagai batasan dalam menggunakan gaji kita. 

Sementara itu, jangan pernah ganggu gugat keberadaan rekening tabungan. Boleh saja digunakan kalau memang kondisi sangat mendesak.

Teknik ini juga sangat bagus kalau kita adalah pengusaha. Dimana seringkali penghasilan kita naik dan turun, sehingga dengan memisahkan rekening pemasukan dan pengeluaran menyebabkan kita tetap bisa menjaga tabungan kita selalu tetap utuh.

Punya Kartu Debit alias ATM

ATM berfungsi untuk memudahkan kita dalam menggunakan uang kita yang ada di Bank, karena tanpa antri uang langsung siap digunakan. Tetapi justru ini menjadi sumber masalah, karena dengan mudahnya uang keluar dari rekening tabungan kita. 

Secara psikologis, ketika kita melihat isi rekening yang banyak, maka kita akan melihat harga barang yang kita inginkan akan terlihat murah, dan kalau keinginan kita terlalu kuat, maka kita akan selalu cari pembenaran untuk menggunakan uang itu.

Semakin Banyak Kebutuhan

Wajar apabila kebutuhan kita semakin hari meningkat terus. Saat kita masih jomblo, tentunya berbeda kalau kita sudah punya pacar, karena ada pengeluaran lain, yaitu untuk kencan. Ketika kita menikah, tentunya pengeluaranpun berbeda lagi, apalagi setelah kita memiliki anak.

Nah tentunya Budgeting sangat diperlukan, supaya kita tetap memiliki tabungan di rekening kita. Dan ini tentunya PR besar buat kita.

Kurang Disiplin Menabung

Penyebab lain kenapa saldo rekening kita tidak bertambah adalah, kita tidak disiplin dalam menabung.

Kita sudah diajarkan menabung adalah pangkal kaya dari kecil, hanya kita tidak diajarkan bagaimana cara menabungnya. Sehingga kebanyakan menabung hanya dari uang sisa saja.

Cara menabung yang bagus adalah, lakukan ketika kita baru menerima uang atau gaji, mangkanya itulah perlunya kita pisahkan antara rekening pemasukan dan pengeluaran.

Nggak Mau Investasi

Kebanyakan kita menyimpan semua uang kita di Bank dalam bentuk Deposito atau Tabungan. Bahkan banyak yang berharap mendapat keuntungan dari bunganya. Padahal anggapan ini adalah salah kaprah. Karena kalau kita ingin saldo kita membengkak adalah dengan melakukan Investasi di dunia keuangan.

Dijaman Millenial sekarang, banyak pilihan menabung yang bisa kita coba, yang akan menambah saldo rekening kita dengan cepat. Ada tabungan Reksadana, ada tabungan saham.

Tabungan ini akan menyebabkan saldo kita naik dengan drastis, tetapi tabungan model seperti ini ada resikonya, oleh sebab itu pelajari resikonya supaya saldo rekening kita tetap bertambah terus.

 

Menabung VS Hutang

Banya kejadian unik yang terjadi disini, dimana orang sangat suka melihat saldo tabungan yang besar di rekening, sementara ada hutang yang dibiarkan tidak dilunasi. Misalnya, punya Deposito 100 juta tetapi punya hutang 10 jt dan dibayar cicil, karena tanpa sadar keuntungan dari tabungan 100 juta kita menjadi tidak optimal.

Jadi bijaklah dalam berhutang, dan hati-hatilah menggunakan Kartu Kredit, karena bunga kartu kredit lebih dari 30% pertahun, sementara kita mendapat keuntungan dari investasi kita sangat sulit bisa mendapat angka sebesar itu.

Demikianlah teman-teman ulasan mengenai Saldo Rekening kita, mudah-mudahan tulisan ini bermanfaat.

Apakah Usia Muda perlu Personal Financial Planner?

Apakah Usia Muda perlu Personal Financial Planner?

Seringkali kita ke dokter ketika sakit kita sudah parah, sehingga biaya yang kita keluarkan akan sangat mahal, padahal kalau kita rajin memeriksakan kesehatan kita, maka kejadian itu kemungkinan besar bisa terhindari. Seperti juga dalam mengelola keuangan kita, karena kita nggak pernah serius memperhatikan, sehingga malah tahu-tahu kita bangkrut. Oleh sebab itu, perlu adanya Personal Financial Planner, sehingga kita bisa tahu kemana perginya gaji kita. 

Personal Financial Planner akan memberikan potret obyektif perihal keuangan dan membantu mengaturnya agar makin tertata.

Financial Planner Bersikap Obyektif terhadap Keuangan Kita

Ketika kita mengelola keuangan, yang harus dilakukan adalah bersikap obyektif tetapi karena kita kelola sendiri, seringkali keputusan yang dibuat menjadi kurang rasional. Misalnya membeli barang yang tidak kita perlukan dan melupakan Investasi.

Adanya Financial Planner akan membantu kita menganalisa kondisi keuangan secara obyektif. Biasanya mereka akan melakukan Financial Check-up berdasarkan data keuangan yang dimiliki. Mereka akan mulai menganalisa dan melakukan kalkulasi untuk menentukan kesehatan keuangan kita.

Merencanakan Keuangan dengan Efektif

Dalam sebulan apakah kita pernah mencatat kebutuhan apa saja yang menjadi prioritas? Personal Financial Planner akan membantu membuat rencana keuangan yang efektif dan efisien. Berisi kewajiban apa saja yang harus kamu bayarkan dalam sebulan. Diikuti dengan perencanaan keuangan yang dibutuhkan, misalnya membutuhkan dana pendidikan atau jika ingin menangani masalah keuangan.

Membantu merealisasikan Perencanaan Keuangan

Kita sering kali memiliki keinginan untuk berinvestasi atau ingin menutup hutang, namun tidak kunjung terwujud? Dengan adanya Personal Financial Planner, kita akan dituntun untuk mencapai tujuan yang telah direncanakan. Ia akan memberikan banyak opsi yang memungkinkan untuk merealisasikan rencana keuangan tersebut.

Dengan pengalaman keuangan serta ilmu yang dimilikinya, kamu bisa lebih cepat untuk mencapai tujuan. Tentunya hal ini menguntungkan banget dibandingkan jika kamu sendirian membuat rencana keuangan yang tidak kunjung terealisasi.

Memilih Financial Planner

Personal Financial Planner yang akan kita pilih adalah seorang yang mengetahui jumlah pendapatan , utang dan semua kebutuhan kita. Pastikan untuk memilih seseorang yang terpercaya dan juga ahli dibidangnya. Biasanya Financial Planner akan memiliki lembaga jasa keuangan yang credible di kota kita.

Lewta beberapa poin di atas, kamu jadi lebih tahu apa saja keunggulan yang bisa kita peroleh dengan memiliki personal Financial Planner.