by Bang Dito | Dec 14, 2017 | Asuransi Kesehatan
Istilah “Sehat Itu Mahal” ternyata benar adanya, pasalnya banyak kejadian yang menjadikan seseorang bahkan sekeluarga memiliki beban finansial karena biaya pengobatan yang mahal. Terlebih bagi penyakit-penyakit kritis yang dialami. Tahukah anda berapa perkiraan biaya berobat sakit kritis?
Kisah keluarga Widyanarto (44) mungkin bisa dijadikan gambaran betapa pentingnya pengelolaan keuangan agar tidak menjadikan beban finansial bagi kita. Suatu kali ibu mereka divonis terkena kanker payudara stadium akhir. Untuk mengobatinya, diperlukan operasi pengangkatan payudara hingga perawatan pasca operasi seperti kemoterapi dan pemberian obat tertentu. Untuk semua biaya perawatan dua tahun sejak divonis, keluarga mereka harus menjual properti keluarga. Bukan hanya itu, pesangon sang ayah yang tadinya bisa digunakan untuk masa pensiunpun juga akhirnya sebagian besar dipakai untuk membayar perawatan sang ibu.
Menurut Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nila Djuwita Anfasa Moeloek (Era SBY), beban pembiayaan penyakit kritis memanglah sangat besar. Dari periode Januari hingga Juni 2014 saja, jika dihitung dari klaim program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN), jumlahnya mencapai Rp 5,27 triliun. Itu pun belum termasuk mereka yang dirawat tanpa menggunakan fasilitas asuransi dari BPJS Kesehatan.
Tidak berhenti sampai disini, bahkan menurut perkiraan Forum Ekonomi Dunia (WEF), penyakit tidak menular yang berpotensi berpengaruh terhadap ekonomi Indonesia pada periode 2012 hingga 2030 mencapai US$ 4,47 triliun atau sekitar Rp 58 ribu triliun (kurs 1 dolar = Rp13 ribu) saat ini. Artinya beban finasial terhadap penyaki-penyakit kritis bukan hanya dialami oleh pribadi, namun juga Negara. Oleh karna itu perlu dan pentingnya penanganan khusus atas peristiwa ini. Lalu jenis-jenis penyakit apa saja yang bisa berpotensi menjadi beban keuangan?
Berikut data yang disampaikan Menkes RI disela-sela Sidang Kesehatan Dunia Organisasi Kesehatan Dunia (WHO)
1. Penyakit jantung
Jantung merupakan salah satu penyakit kritis yang dapat menghabiskan dana senilai triliunan rupiah, karena organ ini pula merupakan organ utama yang ada dalam tubuh manusia. Dilansir dalam periode Januari – Juni 2014, terjadi 232.010 kasus yang menghabiskan dana Rp 1,82 triliun. Beberapa masalah yang sering terjadi adalah adanya penyumbatan aliran darah ke jantung. Untuk itu ada beberapa jenis perawatan yang biasa dilakukan, baik dengan operasi bypass (memberikan saluran baru ke jantung) atau pemasangan ring (memberikan semacam cincin untuk membuka saluran yang tersumbat).
2. Stroke
Pada peringkat kedua penyakit yang mendatangkan beban finansial tertinggi adalah stroke. Pada periode yang sama, pasien yang ditangani sejumlah 172.303 dengan biaya perawatan mencapai Rp 794,08 miliar. Penyakit yang juga sering disebut sebagai penyakit tersumbat atau pecahnya pembuluh darah di otak ini perlu perawatan yang intensif karena berhubungan dengan otak. Tak jarang penderitanya akan mengalami cacat seumur hidup. Hal inilah yang menjadikan stroke sebagai penyakit kritis yang membutuhkan biaya pengobatan yang mahal.
3. Ginjal
Penyakit kritis lain yang juga menghabiskan banyak biaya adalah penyakit ginjal. Menurut Menkes, biaya yang dikeluarkan untuk menanganinya mencapai angka 138.779 pasien ginjal dengan biaya sebesar Rp 750 miliar. Pengobatannya bisa dilakukan dengan berbagai cara, mulai dari cuci darah rutin, operasi untuk mengangkat batu ginjal, hingga cangkok ginjal.
4. Diabetes
Penyakit yang dikenal berhubungan dengan gula ini juga merupakan penyakit yang mengerikan karena cukup banyak meregang nyawa bagi penderitanya. Menurut Menkes jenis penyakit ini menghabiskan dana sebesar Rp 313,64 miliar untuk menangani
70.584 pasien data sepanjang Januari – Juni 2014. Penderita diabetes harus punya disiplin tinggi untuk mengontrol gula darah. Semakin tinggi kadar gula penyandang diabetes, maka akan semakin tinggi sejumlah penyakit komplikasi yang mungkin menyertai, seperti stroke, jantung, dan ginjal.
5. Kanker
Penyakit kanker juga termasuk penyakit yang mendatangkan beban keuangan, bukan hanya mengerikan penyakitnya namun mengerikan pula biaya pengobatan. Jumlahnya mencapai Rp 313,09 miliar untuk merawat 56.033 pasien. Ada beragam jenis kanker yang menyerang. Mulai dari kanker otak, laring, paru-paru, payudara, serviks, dan lainnya.
Oleh sebab itu, salah satu perawatan yang diberikan bagi pasien yang terserang kanker yaitu dengan menjalani terapi kemo (diberi obat suntik untuk melemahkan kanker) hingga operasi pengangkatan kanker pada bagian tubuh yang terserang.
Sebaiknya agar terhindar dari jenis-jenis sakit tersebut anda bisa berkonsultasi dengan dokter dan ahli kesehatan sejak dini sesuai dengan istilah “Lebih Baik Mencegah Daripada Mengobati”. Salah satu upaya pencegahannya menurut Guru Besar Ilmu Kesehatan Masyarakat Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Indonesia Hasbullah Thabrany diantaranya adalah dengan tidak merokok dan menjaga pola hidup. Sebab rokok merupakan faktor risiko yang menyebabkan aneka penyakit kritis seperti jantung, stroke, hingga kanker.
Dan agar terhindar dari risiko beban finansial atas jenis sakit kritis yang mungkin menghampiri keluarga, sebaiknya Anda mempersiapkan proteksi seperti dana darurat untuk kesehatan atau memiliki asuransi sakit kritis dan kesehatan sesuai dengan kebutuhan Anda.
Mau tahu Asuransi Kesehatan yang lengkap ? silahkan klik di SINI
by Bang Dito | Dec 12, 2017 | Asuransi
Ini adalah lanjutan dari Syarat Penyakit Kritis (CI) Bisa Klaim | Seri 2
Kebutaan
Kehilangan fungsi penglihatan dari kedua mata yang total dan tidak dapat disembuhkan sebagai akibat dari rusaknya sistem saraf penglihatan karena penyakit atau Kecelakaan.
Diagnosa harus ditegakkan oleh Dokter Spesialis Mata (opthalmologist).
Luka Bakar
Luka bakar derajat tiga (Seluruh lapisan Kulit) minimum 20% (dua puluh persen) dari luas permukaan tubuh Tertanggung dengan mengacu pada pedoman The Rule of Nines atau tabel Lund and Browder Body Surface.
HIV yang Didapatkan melalui Transfusi Darah dan Pekerjaan
1.Tertanggung terinfeksi oleh Human Immunodeficiency Virus (HIV) melalui transfusi darah dengan kondisi sebagai berikut :
- Transfusi darah atas indikasi medis dan diberikan sebagai bagian dari pengobatan.
- Transfusi darah dilakukan di Indonesia setelah tanggal berlakunya Asuransi Tambahan Critical Illness, atau tanggal pemulihan Polis, yang mana yang terjadi paling akhir.
- Sumber infeksi dipastikan berasal dari lembaga yang menyelenggarakan transfusi darah dan lembaga tersebut dapat melacak asal dari darah yang terinfeksi HIV tersebut, dan
- Tertanggung bukan merupakan penderita Thalassaemia major atau Haemophilia.
2.Infeksi Human Immunodeficiency Virus (HIV) didapatkan dari suatu kecelakaan akibat dari pekerjaannya yang terjadi setelah tanggal berlakunya Asuransi Tambahan Critical Illness, atau tanggal pemulihan Polis, yang mana yang terjadi paling akhir, selama Tertanggung melaksanakan tanggung jawab profesi yang normal dari pekerjaannya di Indonesia, dengan mengikuti bukti dan ketentuan yang ada di perusahaan sebagai berikut:
- Infeksi HIV yang timbul dikarenakan kecelakaan akibat dari pekerjaannya tersebut harus dalam waktu 30 (tiga puluh) hari sejak tanggal kecelakaan terjadi, dan
- Bukti bahwa kecelakaan akibat dari pekerjaannya tersebut adalah penyebab timbulnya infeksi HIV, dan
- Bukti bahwa sero-conversion dari HIV negatif menjadi HIV positif terjadi dalam waktu 180 (seratus delapan puluh) hari setelah kecelakaan terjadi. Bukti ini harus dilengkapi dengan melakukan test antibodi HIV negatif dalam waktu 5 (lima) hari sejak tanggal kecelakaan akibat dari pekerjaannya.
- Infeksi HIV yang disebabkan oleh penyebab lain termasuk kegiatan seksual dan penggunaan obat-obatan secara Intavena dikecualikan dari penyakit ini.
Manfaat ini hanya berlaku jika pekerjaan Tertanggung adalah Tenaga Medis, pelajar Tenaga Medis, perawat berijazah, teknisi laboratorium, dokter gigi, paramedis, yang bekerja di pusat kesehatan atau klinik (di Indonesia).
Manfaatini tidak berlaku apabila telah dilakukan pengobatan medis untuk mengobati AIDS atau untuk mengobati dampak dari infeksi virus HIV, atau penatalaksanaan untuk mencegah terjadinya AIDS. Pengobatan yang dimaksud adalah pengobatan yang membuat HIV tidak aktif dan tidak menyebabkan infeksi.
Terminal Illness
Dalam kondisi penyakit atau stadium akhir yang diderita Tertanggung berdasarkan diagnosis dari Dokter pemeriksa serta hal tersebut telah disetujui oleh Dokter Kami bahwa harapan hidup Tertanggung kurang dari 12 (dua belas) bulan.
Skleroderma progresif
Suatu penyakit pembuluh darah kolagen yang sistemik yang menyebabkan terjadinya fibrosis menyeluruh secara progresif didalam kulit, pembuluh darah dan organ-organ tubuh yang lain. Diagnosa penyakit ini harus didukung oleh biopsi dan bukti pendukung hasil serologi dan penyakit ini harus sesuai dengan proporsi sistemik yang berhubungan dengan jantung, paru-paru dan ginjal.
Pengecualian untuk penyakit ini adalah:
- Skleroderma lokal (skleroderma yang linear atau morphea)
- Eosinophilic Fascitis; dan
- Sindroma CREST
Hilangnya kemandirian hidup
Hilangnya kemandirian hidup dimana terjadi Ketidakmampuan permanen untuk melakukan 3 (tiga) dari 5 (lima) Aktivitas Hidup Sehari-hari dengan atau tanpa alat pendukung, alat khusus atau alat bantu lain, yang terjadi selama 6 (enam) bulan berturut-turut.
Hilangnya kemandirian hidup ini harus dikonfirmasi oleh Dokter Spesialis.
Kematian selaput otot atau jaringan (gangrene)
- Gejala-gejala klinis yang memenuhi kriteria diagnostik untuk kematian selaput otot atau jaringan;
- Infeksi bakteri spesifik; dan
- Kerusakan otot yang luas yang menyebabkan kehilangan fungsi yang total dan tetap yang mengenai 2 atau lebih anggota gerak minimum sebatas pergelangan kaki/ tangan atau mengenai 1 anggota gerak minimum sebatas lutut/ siku.
Diagnosa harus ditegakkan oleh Dokter Spesialis.
Rheumatoid Arthritis Berat
Rheumatoid arthritis kronis sebagai akibat gangguan autoimun yang didiagnosa oleh Dokter Spesialis Rematologi dan Imunologi. Karakteristik dari penyakit ini adalah harus memenuhi semua kriteria:
- Berdasarkan diagnosa dari American College of Rheumatology, dan
- Kerusakan dan kelainan bentuk paling sedikit 3 (tiga) dari sendi-sendi berikut ini: sendi tangan interphalangeal, sendi pergelangan tangan, siku, lutut, persendian pinggul, pergelangan kaki, tulang leher atau sendi kaki interphalangeal. Semua gejala yang timbul harus dikonfirmasi dengan pemeriksaan klinis dan studi Imaging yang memperlihatkan adanya perubahan tersebut, dan
- Ketidakmampuan fisik menyebabkan Ketidakmampuan melakukan 3 (tiga) dari 5 (lima) Aktivitas Hidup Sehari-hari tanpa bantuan orang lain secara terus menerus selama periode minimum 6 (enam) bulan.
Lupus Eritomatosus Sistemik ( Systemic Lupus Erythematosus)
Penyakit autoimun yang multisistem dan multifaktor yang ditandai oleh perkembangan auto antibodi untuk menyerang berbagai organ tubuh.
Jenis Lupus Eritomatosus Sistemik yang ditanggung adalah jenis-jenis Lupus Erimatosus Sistemik yang melibatkan ginjal (Lupus Nefritis Kelas III, IV dan V), yang dipastikan dengan biopsi ginjal, dan sesuai dengan klasifikasi WHO di bawah ini:
Kelas III : Focal Segmental Proliverative Lupus Glomerulonephritis
Kelas IV: Diffuse Proliverative Lupus Gromerulonephritis
Kelas V : Membranous Lupus Gromerulonephriris.
Diagnosa ditegakkan oleh Dokter Spesialis Rematologi dan Imunologi.
Jenis Lupus diskoid dan jenis-jenis yang melibatkan persendian serta sistem hematologi tidak termasuk dalam kriteria ini.
by Bang Dito | Dec 12, 2017 | Asuransi
Ini adalah lanjutan dari seri Penyakit Kritis dari sebelumnya.
Penyakit Alzheimer
Kriteria yang harus dipenuhi:
- Kemunduran atau hilangnya kemampuan intelektual atau tingkah laku yang tidak normal yang dibuktikan melalui evaluasi klinis, kuesioner / tes standar yang dapat diterima mengenai Penyakit Alzheimer dan teknik Imaging.
- Gangguan otak organik degeneratif yang tidak dapat pulih kembali, yang mengakibatkan penurunan fungsi mental dan sosial yang nyata, dan
- Diperlukan pengawasan terus-menerus terhadap Tertanggung.
Diagnosa harus secara klinis ditegakkan oleh Dokter Spesialis yang sesuai.
Penyakit Motor Neuron
Diagnosa yang pasti tanpa keraguan mengenai Penyakit Motor Neuron yang disebabkan degenerasi progresif pada batang otak dan Anterior horn cells atau neuron bulbar efferent termasuk Spinal Muscular Atrophy, Progressive Bulbar Palsy, Amyotrophic Lateral Sclerosis dan Primary Lateral Sclerosis.
Diagnosa ditegakkan oleh Dokter Spesialis Saraf, disertai bukti bahwa penyakit berjalan progesif dan mengakibatkan defisit neurologis yang permanen.
Multiple Sclerosis
Penyakit yang menyebabkan demilelinisasi otak dan sumsum tulang
Diagnosa ditegakkan oleh Dokter Spesialis saraf yang menegaskan kombinasi:
- Gejala-gejala yang mengarah pada serabut-serabut (substansi putih) yang meliputi saraf optik, batang otak, dan sumsum tulang belakang, yang mengakibatkan defisit neurologis berupa gangguan koordinasi/ fungsi sensorik motorik dan atau gangguan emosi yang berlangsung minimum selama 6 (enam) bulan,dan
- Terdapat satu atau lebih episode gangguan-gangguan neurologis yang melibatkan berbagai kombinasi defisit neurologis.
Kerusakan system Saraf yang disebabkan oleh penyebab lain seperti SLE dan HIV dikecualikan dari penyakit ini.
Distrofi Muskular ( Muscular Dystrophy)
Kumpulan dari penyakit degenerasi otot karena kelainan genetik yang menyebabkan kelemahan atau atrofi (penyusutan) otot. Diagnosa harus ditegakkan secara pasti oleh Dokter Spesialis Saraf, dan bukti tersebut harus didasarkan atas kriteria:
- Penilaian aktivitas sehari-hari yang menunjukkan Ketidakmampuan Tertanggung untuk melakukan minimum 3 (tiga) dari 5 (lima) Aktivitas Hidup Sehari-hari dengan atau tanpa bantuan yang berlangsung minimum selama 6 (enam) bulan,
- Riwayat keluarga Tertanggung, dan
- Gambaran Elektromiogram yang khas atau hasil biopsi otot.
Kelumpuhan
Hilangnya secara total dan permanen atas fungsi dua atau lebih anggota gerak sebagai akibat Kecelakaan, atau kelaian dari saraf tulang belakang, yang berlangsung terus menerus selama minimum 6 ( enam) minggu.
Diagnosa harus ditegakkan oleh Dokter Spesialis Saraf.
Kerusakan sistem saraf yang disebabkan oleh penyebab lain seperti SLE dan HIV dikecualikan dari penyakit ini.
Poliomyelitis
- Adanya infeksi virus Polio yang menyebabkan kelumpuhan/gangguan fungsi motorik dan atau pernapasan, dan
- Ketidakmampuan untuk melakukan 3 (tiga) dari 5 (lima) Aktivitas Hidup Sehari-hari secara terus menerus selama minimum 3 (tiga) bulan.
Terputusnya akar-akar Saraf Plexus Brachialis
Kehilangan fungsi sensorik yang menetap dan menyeluruh dari anggota gerak atas yang disebabkan oleh terputusnya 2 (dua) atau lebih akar Saraf plexus brachialis diakibatkan kecelakaan atau luka. Luka yang menyeluruh dari 2 (dua) atau lebih akar Saraf harus dikonfirmasi dengan pemeriksaan elektrodiagnostik yang dilakukan oleh Dokter Spesialis Saraf.
Penyakit Kaki Gajah Kronis
Penyakit kaki gajah kronis dengan karakteristik:
- Pembengkakan yang berat dan menetap mulai dari lengan dan kaki atau bagian tubuh lain yang diakibatkan oleh penyumbatan kelenjar Limfe, dan
- Ditemukan adanya infeksi microfilaria dari hasil pemeriksaan laboratorium.
Pengecualian :
Lymphatic obstruction (penyumbatan kelenjar limfe) disebabkan oleh penyakit akibat:
- hubungan seksual,
- kanker,
- luka,
- bekas luka operasi,
- radiasi,
- gagal jantung atau
- kelainan
Operasi scoliosis idiopatik
Operasi scoliosis idiopatik (yang tidak diketahui penyebabnya) dimana dilakukan dengan operasi spinal untuk mengkoreksi curvatura tulang belakang yang tidak normal kembali kebentuk normal (berbentuk garis lurus yang tampak dari punggung).
Yang dimaksud kondisi scoliosis ini adalah posisi curva tulang belakang melebihi 40 derajat sudut cobb.
Kanker
Penyakit yang ditandai dengan adanya tumor ganas akibat pertumbuhan sel yang tidak terkendali dan menyebarnya sel tumor ganas serta invasi ke jaringan.
Diagnosa harus ditegakkan berdasarkan pemeriksaan jaringan (histopatologi) dan dikonfirmasi oleh Dokter Spesialis Onkologi atau Patologi.
Penyakit-penyakit yang dikecualikan dari kriteria ini adalah:
- Semua tumor kulit selain Melanoma Malignum,
- Carsinoma Insitu dan tumor yang secara histologi mengambarkan prekanker atau tidak invasif, termasuk tapi tidak terbatas pada Karsinoma In Situ payudara, Cervical Dysplasia dengan tingkatan CIN1, CIN 2 dan CIN 3
- Hyperkeratoses, basal cell and squamous skin cancer, dan melanoma dengan ketebalan yang kurang dari 1,5 mm Breslow, atau kurang dari Clark Level 3 kecuali ada bukti yang menunjukan adanya penyebaran,
- Kanker kelenjar prostat yang secara histopatologi digambarkan dalam klasifikasi TNM sebagai T1a atau T1b atau kanker kelenjar prostat berdasarkan klasifikasi Lesser atau klasifikasi lain dengan tingkatan yang setara, Papillary microcarcinoma kelenjar thyroid dengan diameter kurang dari 1 cm dan tingkat klasifikasi T1N0M0, Papillary microcarsinoma kantung kemih, dan Chronic Lymphocytic Leukemia kurang dari RAI stage 3; dan
- Semua tumor yang disebabkan karena infeksi HIV.
Anemia Aplastik
Gagalnya fungsi sumsum tulang yang kronis dan persisten yang mengakibatkan anemia, neutropenia dan trombositopenia yang memerlukan sedikitnya salah satu perawatan di bawah ini:
- Transfusi darah, atau
- Obat penstimulasi sumsum tulang, atau
- Obat immunosupresif, atau
- Transplantasi sumsum tulang.
Diagnosa harus ditegakkan oleh Dokter Spesialis berdasarkan hasil biopsi sumsum tulang.
Hepatitis Viral Fulminan
Kematian jaringan ( nekrosis) hati yang submasif sampai masif (total) akibat Virus Hepatitis yang mengarah pada percepatan timbulnya kegagalan fungsi hati.
Kriteria diagnostik yang harus ada:
- Penciutan ukuran hati secara cepat,
- Kematian jaringan (nekrosis) hati meliputi hampir seluruh lobus hati dan hanya menyisakan kerangka retikuler yang rusak,
- Tes fungsi hati yang memperlihatkan adanya kerusakan parenchim hati yang cepat dan massif,
- Bagian tubuh yang semakin nyata berwarna kuning (ikterik), dan
- Hepatic ensefalopati.
Penyakit Hati Kronis
Penyakit hati tahap akhir yang ditandai dengan semua hal berikut:
- Seluruh bagian tubuh yang semakin berwarna kuning (ikterik),
- Ascites, dan
- Hepatic ensefalopati
Pankreatitis Menahun yang Berulang
Pankreatitis menahun yang berulang sebagai akibat dari kerusakan pankreas yang berat dan progresif, dimana kondisi ini disebabkan oleh:
- Pankreatitis akut yang terjadi berulang selama 2 tahun berturut-turut,
- Penumpukan kalsium yang merata di pankreas yang dibuktikan dengan hasil pemeriksaan imaging, dan
- Kegagalan fungsi pankreas yang menahun dan berlangsung terus menerus yang menyebabkan gangguan penyerapan di usus (lemak berlebih dalam feces) atau penyakit kencing manis.
Colitis Ulcerative Berat / Cronh’s disease
Penyakit yang ditandai dengan karakteristik memenuhi minimum 2 (dua) kriteria dari ketentuan di bawah ini:
- Pengangkatan total usus besar ,
- Pengangkatan sebagian atau beberapa bagian dari usus dengan beberapa kali pembedahan yang berbeda,
- Ascending sclerosing cholangitis sebagai penyakit penyerta dengan penyakit ini,
- Hepatitis aktif kronis autoimmune dan sirosis yang dibuktikan dengan pemeriksaan patologi,
- Karsinoma in situ usus besar.
Gagal Ginjal
Gagal ginjal tahap akhir, yang ditandai dengan kegagalan berfungsinya kedua ginjal yang kronis dan tidak dapat dipulihkan kembali, sehingga memerlukan cuci darah (dialisi) yang permanen atau transplantasi ginjal.
Diagnosis ditegakkan oleh Dokter Spesialis Ginjal ( Nephrolog) atau dokter spesialis yang sesuai.
Penyakit Kista Medullary
Penyakit ginjal yang progresif herediter dikarakteristikan dengan adanya kista pada medulla, atrofi tubular dan fibrosisintersisial dengan manifestasi berupa anemia, poliuria (banyak mengeluarkan air seni) dan kehilangan sodium melalui ginjal, kemudian berkembang menjadi gagal ginjal yang kronis. Diagnosis ini harus didukung dengan hasil biopsi ginjal.
Transplantasi Organ Vital Tubuh
Mengalami operasi sebagai penerima transplantasi dari:
- Sumsum tulang manusia (haematopoitic stem cells) yang didahului oleh ablasi total sumsum tulang; atau
- Satu dari organ-organ manusia yaitu: ginjal, jantung, hati, paru-paru, atau pankreas, sebagai akibat dari kegagalan tahap akhir dari fungsi organ tersebut.
Transplantasi sel induk (Stem Cell) lain dikecualikan dari kriteria ini.
Bisu (Kehilangan Kemampuan Bicara)
Kehilanganfungsi berbicara secaratotal dan tidak bisa disembuhkan sebagai akibat dari kecelakaan atau penyakit pada pita suara.
Ketidakmampuan berbicara ini harus berlangsung secara terus menerus selama kurun waktu 12 (dua belas) bulan. Diagnosa ditegakkan dengan bukti-bukti pendukung dari Dokter Spesialis Telinga, Hidung dan Tenggorokan (THT).
Tuli (Hilangnya fungsi Indra pendengaran)
Kehilangan fungsi pendengaran pada kedua belah telinga secara total dan tidak dapat disembuhkan sebagai akibat dari sakit atau Kecelakaan.
Diagnosa ditegakkan oleh Dokter Spesialis Telinga, Hidung dan Tenggorokan (THT) dan didukung oleh hasil audiometri dan uji pendengaran yang disertifikasi oleh Dokter Spesialis THT dimana Tertanggung memiliki ambang dengar di atas 90 (sembilan puluh) desibel.
Baca lanjutannya di SINI
by Bang Dito | Dec 11, 2017 | Asuransi
Penyakit Kritis – Critical Illness (CI) adalah sebuah produk yang ada di banyak perusahaan asuransi, sayangnya adalah banyak agen yang nggak menjelaskan kondisi bagaimana klaim bisa dilakukan. Karena setiap Penyakit Kritis memiliki syarat-syarat tertentu untuk melakukan klaim.
Secara umum Program ini memiliki batasan buat klaim maksimal adalah 90 hari setelah di diagnosa oleh Dokter. Jadi berkas harus sudah dimasukkan sebelum batas waktu diatas.
Syarat-syarat klaim dari setiap penyakit pada Penyakit Kritis adalah :
Serangan Jantung Pertama
Infark sebagian otot jantung sebagai akibat kurangnya suplai darah ke jantung.
Kriteria diagnostic yang harus dipenuhi pada saat terjadinya serangan tersebut adalah harus memenuhi 3 (tiga) dari 5 (lima) kriteria tersebut di bawah ini:
- Adanya nyeri dada khas pada saat serangan;
- Terjadinya perubahan-perubahan gambaran elektrokardiogram (EKG) yang khas untuk Infark Myocardial stadium dini dan;
- Terjadinya peningkatan pada kadar enzim jantung CK-MB;
- Terjadinya peningkatan Troponin (T or I);
- Left Ventricular Ejection fraction kurang dari 50% (lima puluh persen) yang berlangsung selama 3 (tiga) bulan atau lebih setelah serangan.
Penyakit Jantung Koroner Lain Yang Serius
Penyempitan pada salah satu arteri koroner minimum seluas 75% ( tujuh puluh lima persen) dan pada 2 (dua) arteri koroner lainnya minimum seluas 60% (enam puluh persen) yang dibuktikan dengan angiografi, tanpa memandang apakah operasi sudah dilakukan atau belum.
Arteri koroner yang dimaksud adalah Left Main Coronary Artery (LC), Left Anterior Descending Artery (LAD), Circumflex Artery dan Right Coronary Artery (RC).
Angioplasti dan penatalaksanaan invasif lainnya untuk Penyakit Jantung Koroner
Angioplasti balloning atau tindakan katerisasi intra-arterial untuk mengobati penyempitan pembuluh koroner yang bermakna, minimum seluas 70% (tujuh puluh persen), dari satu atau lebih pembuluh darah arteri koroner yang dibuktikan dari angiografi. Tindakan ini harus atas indikasi medis dan berdasarkan pertimbangan yang dibuat oleh Dokter Spesialis Jantung.
Arteri koroner yang dimaksud adalah Left Main Coronary Artery (LC), Left Anterior Descending Artery (LAD), Circumflex Artery dan Right Coronary Artery (RC).
Tindakan Diagnostik dengan angioplasti dikecualikan dari kriteria ini.
Operasi Jantung Koroner
Operasi dengan membuka dinding dada untuk mengkoreksi penyempitan atau sumbatan pada satu atau lebih arterikoroner jantung.
Diagnosa ditegakkan berdasarkan Angiografi yang menunjukkan adanya penyumbatan pembuluh darah koroner yang bermakna dan tindakan tersebut harus berdasarkan pertimbangan medis yang dibuat oleh Dokter Spesialis jantung.
Teknik yang tidak memerlukan pembedahan, seperti Angioplasti, semua teknik kateterisasi intra-arterial, termasuk prosedur keyhole atau prosedur dengan sinar laser, dikecualikan dari kriteria ini.
Operasi Penggantian Katup Jantung
Operasi dengan membuka jantung untuk mengganti atau memperbaiki kelainan katup jantung.
Diagnosa adanya kelainan katup jantung harus ditegakkan berdasarkan kateterisasi jantung atau ekokardiografi dan tindakan tersebut harus berdasarkan pertimbangan medis yang dibuat oleh Dokter Spesialis Jantung.
Operasi Pembuluh Aorta
Operasi yang dilakukan untuk memperbaiki/mengkoreksi aneurisma, penyempitan, penyumbatan atau ruptur traumatik pembuluh aorta yang memerlukan eksisi dengan membuka rongga dada (torakotomi) atau rongga perut (laparatomi).
Pembuluh aorta yang dimaksud adalah aorta thorakalis dan abdominalis, tidak termasuk percabangannya.
Pembedahan yang bersifat minimum invasif atau teknik intra arterial dikecualikan dari kriteria ini.
Kardiomiopati (Cardiomyopathy)
Diagnosis penyakit ini ditegakkan oleh Dokter Spesialis jantung dan dibuktikan dengan dan dibuktikan dengan adanya ejection fraction yang rendah (< 40%) dengan pemeriksaan ekocardiografi, berlangsung terus menerus selama minum 3 bulan. Penyakit ditandai dengan gangguan fungsi bilik jantung yang menyebabkan Ketidakmampuan fisik secara permanen sesuai dengan derajat minimum Kelas III Klasifikasi “New York Heart Association Classification of Cardiac Impairment” sebagai berikut :
Kelas III: Ketidakmampuan yang bermakna ditandai dengan Tertanggung dalam kondisi yang nyaman dalam posisi istirahat tapi kemampuan dalam menjalankan aktivitas sehari-hari sangat terbatas dari biasanya dan menunjukan gejala-gejala dari gagal jantung kongestif.
Kelas IV: Ketidakmampuan melakukan aktivitas apapun. Gejala-gejala gagal jantung kongestif timbul meskipun dalam kondisi istirahat. Setiap ada peningkatan aktivitas fisik, ketidaknyamanan akan terjadi.
Kardiomiopati yang disebabkan oleh iskemia jantung dan keracunan (termasuk alkohol dan obat-obatan) dikecualikan dari kriteria ini.
Penyakit Kawasaki yang Mengakibatkan Komplikasi pada Jantung
Komplikasi penyakit Kawasaki pada jantung ini harus memenuhi kriteria :
- Pelebaran/aneurisma dari arteri koroner yang berlangsung secara terus menerus selama 6 (enam) bulan yang diakibatkan oleh penyakit Kawasaki dan dibuktikan dengan pemeriksaan ekokardiografi, dan
- Pelebaran/aneurisma tersebut berukuran minimum 6 milimeter
Diagnosa dari penyakit ini ditegakkan oleh Dokter Spesialis anak atau Dokter Spesialis lain yang sesuai.
Hipertensi Pulmonal Primer (Primary Pulmonary Hypertension)
Kelainan patologis dimana terjadi peningkatan tekanan pulmonum (pada pembuluh darah paru) akibat gangguan struktur, fungsi atau sirkulasi paru-paru sehingga mengkibatkan pembesaran bilik kanan jantung dan memenuhi kriteria di bawah ini :
- Menyebabkan Ketidakmampuan fisik permanen sesuai dengan Kelas IV Klasifikasi “New York Heart Association Classification of Cardiac Impairment”, dan
- Harus ada bukti bahwa tekanan pulmonal menetap lebih dari 30 (tiga puluh) mmHg minimum selama periode 6 bulan secara terus menerus.
Diagnosis Penyakit ini ditegakkan oleh Dokter Spesialis Jantung atau Dokter spesialis lain yang sesuai dan dibuktikan dengan pemeriksaan klinik dan kateterisasi jantung.
Penyakit Paru-paru Kronis/Tahap Akhir
Penyakit paru-paru tahap akhir termasuk penyakit paru-paru intersisial yang disebabkan oleh penyakit gagal pernafasan yang kronik.
Diagnosa ditegakkan oleh Dokter Spesialis Paru dan harus memenuhi kriteria di bawah ini:
- Memerlukan terapi oksigen yang ekstensif dan permanen,
- Hasil test fungsi paru FEV1 secara konsisten kurang dari 1 liter,
- Analisa gas darah arteri dengan tekanan partial oksigen sama dengan atau kurang dari 55 mmHg (PaO2 < 55 mmHg), dan
- Sesak nafas walaupun sedangberistirahat.
Stroke
Penyakit akibat gangguan pembuluh darah otak, termasuk kematian jaringan otak, pendarahan otak/subarachnoid, trombosis atau embolisasi otak.
Diagnosis ini harus memenuhi kriteria di bawah ini:
- Bukti defisit neurologis yang permanen yang ditegakkan oleh Dokter Spesialis Saraf dan gejala berlangsung paling sedikit selama 6 minggu setelah serangan, dan
- Penemuan dari pemeriksaan Magnetic Resonance Imaging, Computerized Tomography, atau teknik Imaging lain yang sesuai dengan diagnosa Stroke yang baru terjadi.
Penyakit-penyakit yang dikecualikan:
- Transient Ischaemic Attack, Reversible Ischaemic Neurological Disorder, atau Minor Stroke ( Stroke ringan),
- Kerusakan otak yang disebabkan oleh kecelakaan atau cedera, infeksi, vaskulitis, dan penyakit radang,
- Penyakit pembuluh darah yang mempengaruhi mata atau Saraf mata, termasuk istilah Stroke Mata, dan
- Gangguan iskemik dari sistem keseimbangan/vestibular.
Stroke yang memerlukan operasi arteri carotid
Operasi arteri carotid (Carotid Endarterectomy) oleh Dokter Spesialis Bedah Saraf yang diperlukan untuk membuang timbunan plak di arteri carotid pada stroke yang telah berlangsung lebih dari 6 (enam) bulan. Operasi ini atas dasar indikasi medis dan direkomendasikan oleh Dokter Spesialis Saraf untuk mencegah berulangnya serangan ischemic cerebrovascular.
Koma
Keadaan tidak sadar tanpa adanya reaksi atau respons terhadap rangsangan dan memenuhi kriteria di bawah ini:
- Tidak adanya respon terhadap rangsang eksternal atau kebutuhan internal yang berlangsung terus-menerus sehingga memerlukan alat penunjang kehidupan, termasuk respirator, selama sedikitnya 96 (sembilan puluh enam) jam.
- Defisit neurologis yang permanen selama minimum 42 (empat puluh dua) hari, yang ditegakkan oleh Dokter Spesialis Saraf.
Trauma Kepala Serius
Kecelakaan yang menyebabkan luka pada kepala sehingga mengakibatkan defisit neurologi permanen yang timbul kurang dari 6 (enam) minggu sejak Kecelakaan terjadi sehingga Tertanggung tidak dapat melakukan 3 (tiga) dari 5 (lima) Aktivitas Hidup Sehari-hari selama minimum 6 (enam) bulan.
Diagnosa ini harus ditegakkan oleh Dokter Spesialis Saraf dan didukung pemeriksaan Magnetic Resonance Imaging, Computerized Tomography, atau tehnik Imaging lainnya yang diakui.
Kecelakaan harus terjadi secara langsung dari luar tubuh secara kasat mata dan tidak tergantung dari sebab yang lain.
Kondisi dibawah dikecualikan dari kriteria ini:
- Luka/Trauma pada spinal cord , dan
- Luka pada kepala dikarenakan sebab lainnya.
Meningitis Bakteri
Peradangan selaput otak atau sumsum tulang belakang oleh bakteri sehingga terjadinya defisit neurologis permanen yang berlangsung selama minimum 6 (enam) minggu.
Diagnosa harus ditegakkan oleh Dokter Spesialis Saraf dan didapatkan adanya infeksi bakteri didalam cairan otak pada punksi lumbal.
Radang Otak (ensefalitis)
Peradangan otak (hemisphere otak besar, batang otak atau otak kecil) oleh infeksi virus sehingga terjadi defisit neurologis pemanen (dapat berupa retardasi mental, emosi yang labil, gangguan penglihatan/ pendengaran/ berbicara, kelemahan atau kelumpuhan) yang berlangsung selama minimum 6 (enam) minggu.
Diagnosa harus ditegakkan oleh Dokter Spesialis Saraf.
Radang otak yang disebabkan oleh infeksi HIV dikecualikan dari kriteria ini.
Aneurisma pembuluh darah otak yang mensyaratkan pembedahan.
Pembedahan otak untuk memperbaiki pelebaran yang tidak normal dari pembuluh arteri cerebral yang melibatkan seluruh lapisan dari tiga lapisan dinding pembuluh darah arteri cerebral. Diagnosa harus ditegakkan oleh Dokter Spesialis bedah Saraf dengan menggunakan pemeriksaan standar cerebral angiografi dimana hasil pemeriksaan tersebut mengindikasikan untuk dilakukan operasi terbuka.
Pengecualian:
- Infeksi dan mycotic aneurisma,
- Craniotomi terbatas dan prosedur burr hole.
Apallic Syndrome
Kerusakan jaringan otak secara menyeluruh dengan tidak melibatkan batang otak dan berlangsung terus menerus selama minimum 1 (satu) bulan. Diagnosis harus ditegakkan oleh Dokter Spesialis Saraf.
Tumor Otak Jinak
Ancaman hidup yang disebabkan oleh tumor otak, yang bukan kanker, yang menimbulkan kerusakan otak dan gejala-gejala peningkatan tekanan di dalam tengkorak seperti papilloedema (pembengkakan papil), gangguan mental, gila dan gangguan indra.
Diagnosa ditegakkan oleh Dokter Spesialis Saraf dan didukung hasil pemeriksaan Magnetic Resonance Imaging, Computerized Tomography, atau tehnik Imaging lainnya yang diakui.
Kista, granuloma, perkapuran, kelainan bentuk pada atau dari arteri atau vena dari otak (AVM), hematoma, meningioma, neuroma akustik dan tumor kelenjar hipofisis atau sumsum tulang belakang dikecualikan dari kriteria ini.
Penyakit Parkinson
Diagnosa yang pasti tanpa keraguan mengenai penyakit Parkinson Idiopatic yang ditegakkan oleh Dokter Spesialisi Saraf dan memenuhi kriteria di bawah ini:
- Tidak dapat dikontrol dengan obat-obatan,
- Menunjukan tanda-tanda kerusakan yang progresif,
- Ketidakmampuan dalam melakukan minimum 3 (tiga) dari 5 (lima) Aktivitas Hidup Sehari-hari dan Ketidakmampuan tersebut berlangsung secara terus menerus selama minimum 6 (enam) bulan.
Parkinson yang disebabkan oleh penggunaan obat-obatan atau bahan toksik dikecualikan dari kriteria ini.
Untuk selanjutnya silahkan baca Syarat Penyakit Kritis (CI) Bisa Klaim | Seri 2
by Bang Dito | Dec 6, 2017 | Asuransi Syariah
Kita selama ini bekerja keras untuk memenuhi kebutuhan hidup kita dan Keluarga. Rasa sayang dan cinta kepada keluarga kita kita wujudkan dengan penghasilan yang tentunya diberikan untuk kebahagiaan mereka. Dan penghasilan itu dibutuhkan untuk kebutuhan di dunia.
Kehilangan penghasilan merupakan hal yang menakutkan bagi seorang kepala rumah tangga. Tetapi selama kita masih sehat tentunya penghasilan masih bisa kita upayakan lagi. Masalahnya siapa yang dapat jamin kita selalu sehat?
Selain itu kita harus mempersiapkan masa depan kita untuk dunia di hari tua dengan investasi dan akhirat dengan Amal dan Ibadah kita dalam menjalankan kehidupan kita sehari-hari. Dan kita juga harus menjaga keluarga kita apabila kehilangan kita mereka tidak juga kehilangan penghasilan kita.
Bayangkan, ketika terpaksa kita harus meninggal dunia, dan kita belum sempat meninggalkan warisan yang cukup untuk keluarga kita, sehingga penghasilan kita hilang begitu saja. Siapakah yang akan menggantikan penghasilan kita? Terpaksa keluarga kita akan bekerja keras dengan menurunkan gaya hidup dan bekerja keras mencari penghasilan. Bagaimana kalau mereka tidak berhasil ?
Kami sediakan produk yang Insha Allah dapat membantu teman-teman mempersiapkan ketiganya Hari Tua dengan Investasi, Penghasilan kita dengan Proteksi dan akhirat kita dengan Waqaf dalam satu produk kami BEBAS IKHTIAR
Baca juga : Bebas Ikhtiar
Kelebihan Produk ini adalah :
1.Investasi mulai 200 rb per bulan
2.Investasi 100% mulai tahun ke 2
3.30% dari Uang Pertanggungan dapat di hibahkan melaui Dompet Dhuafa/Lembaga Waqaf
4.Ada donasi dalam bentuk Zakat, Hibah dan Infaq
5.Bonus kepersertaan sampai dengan160%
6.Bonus Kelebihan Undewriting sampai 50%
7.Bebas Pajak setelah tahun ke 3
8.Investasi dan Perlindungan sudah mendapat sertifikat halal dari MUI
9.Di awasi oleh OJK dan MUI (Lewat Dewan Syariah Nasional)
Contoh :
Bp.Bijak Usia 33 tahun, buat persiapan hari tuanya menabung 2 jt per bulan.
Apabila terjadi resiko meninggal dunia karena Sakit
700 jt untuk keluarga + Investasi yang terbentuk saat meninggal
300 jt Hibah/Waqaf melalui Dompet Dhuafa
Apabila terjadi resiko meninggal dunia karena kecelakaan
1,05 Milyar untuk keluarga
450 jt Hibah/Waqaf melalui Dompet Dhuafa
Apabila tetap Sehat
Usia 55 tahun kira-kira 5 M
Usia 60 tahun kira-kira 14 M
Apabila terkena Penyakit Kritis atau Catat Total Tetap maka PREMI BEBAS
Ingin tahu lebih detail?
Hubungi :
Dito di 08161963144 (https://bangdito.com/profil)