Cara Mengatur Keuangan Rumah Tangga dengan Prinsip BOLA

Cara Mengatur Keuangan Rumah Tangga dengan Prinsip BOLA

Cara mengatur keuangan rumah tangga memiliki banyak variasi, tetapi biar bagaimanapu keuangan keluarga harus diatur dengan tepat. Banyak keluarga yang berujung dengan perpisahan dengan alasan keuangan ini. Oleh sebab itu carilah cara mengelola keungan yang tepat untuk keluarga kita.

Salah satu metode mengatur keuangan rumah tangga adalah dengan prinsip 50 – 30 -10 – 10, karena bentuknya mirip dengan susunan pemain bola, oleh sebab itu saya namakan prinsip bola, hanya untuk mudah mengingatnya saja.

Prinsip  pengelolaan keuangan ini didasari atas skala prioritas kebutuhan, dengan tetap mempertimbangkan rencana investasi dan risiko pengeluaran tidak terduga yang mungkin saja terjadi.

1. Pos Biaya Hidup

 

Besarnya pos biaya hidup bisa fleksibel dan kita batasi sampai 50% penghasilan kita. Lakukan hal ini secara disiplin, dan pisahkan uang ini di rekening berbeda, atau mungkin kita bisa belajar dengan emak-emak tempo dulu, yang memisahkan uang-uang ini dengan menggunakan amplop.

Metode menggunakan amplop dapat membuat kita menjadi disiplin mengatur uang kita, dan kita fokus kepada uang yang tersimpan diamplop ini.

Misalnya kita memiliki penghasilan sebesar Rp. 5.000.000,-, maka uang untuk pos ini adalah Rp. 5.000.000 x 50% = Rp. 2.500.000,-. Pisahkan uang ini untuk kebutuhan sehari-hari. Misalnya pengeluaran ini untuk ayah, ibu dan seorang anak, maka contoh rinciannya adalah sebagai berikut:

  • Biaya Makan : Rp. 1.350.000,- (Rp. 15.000,- x 30 x 3)
  • Belanja bulanan : Rp. 400.000,-
  • Tranportasi : Rp. 350.000,-
  • Pulsa : Rp. 200.000,-
  • Biaya tak terduga : Rp. 200.000,-

2. Pos Tagihan

Pos tagihan ini besarnya adalah 30% dari penghasilan kita, jadi untuk contoh saat ini, karena menggunakan penghasilan Rp. 5.000.000 maka besarnya adalah Rp. 1.500.000,-. Pos ini jangan sampai terganggu, karena akan menyebabkan kegiatan Rumah Tangga dapat terhenti. Contoh perhitungannya adalah :

  • Premi asuransi : Rp. 153.000,- (BPJS kelas 2 untuk 3 orang).
  • Cicilan rumah : Rp.1.000.000,- (Rumah sederhana KPR 15 tahun)
  • Air, Listrik dan iuran lingkungan : Rp. 347.000,-

3. Pos Dana Tabungan dan Investasi

Besarnya Pos ini adalah Rp. 500.000,-, terlihat tidak terlalu besar, tetapi kalau kita disiplin menabung dan selalu melihat peluang investasi, uang ini dapat berkembang berkali lipat, bahkan akhirnya dapat menjadi penghasilan tambahan juga. Pos ini dapat digunakan untuk biaya liburan, tabungan pendidikan bahkan dapat juga sebagai modal usaha.

4. Dana Sosial

Ulang tahun, pernikahan, dan acara sosial lainnya sering kali tidak dianggarkan, sehingga tanpa kita sadar akan memakan pos-pos lainnya. Dalam bab ini seandainya penghasilan kita Rp. 5.000.000,- maka sisihkan 10% nya yaitu Rp. 500.000,- untuk urusan-urusan seperti ini. Pos ini juga dapat digunakan sebagai dana darurat, jadi sebaiknya apabila ada sisa dari pos ini, simpan buat dana darurat kita. Pos ini adalah yang paling fleksibel, dapat digunakan juga untuk menutupi kekurangan-kekurangan pos lainnya seandainya ada hal yang diluar perkiraan.

 

Untuk menjalankan prinsip 50 – 30 – 10 – 10 kita harus benar-benar berkmitmen dan disiplin. Biasakan mencatat pengeluaran kita secara disiplin, karena catatan-catatan itu dapat kita pelajari untuk mengatur keuangan kita selanjutnya. 

Perhatikan pengeluaran-pengeluaran darurat yang terus menerus, apakah kebutuhan itu perlu dimasukkan sebagai pengeluaran rutin, sehingga keseimbangan keuangan kita selalu terjaga. Selamat mendoba yaa …

Belajar Klaim Asuransi Kesehatan

Belajar Klaim Asuransi Kesehatan

Klaim asuransi kesehatan adalah pertanyaan yang sering ditanyakan oleh para calon klien ketika mereka memutuskan untuk membeli asuransi kesehatan. Hal ini karena memang seringkali banyak informasi yang tidak tepat di masyarakat mengenai urusan klaim ini. Dalam tulisan ini, hanya dibahas untuk program asuransi kesehatan Individu yang menggunakan sistem Kartu (Cashless)

Tidak sedikit orang yang mengatakan klaim asuransi susah hanya berdasarkan informasi yang mereka dapat tanpa melakukan pengecekan lagi, sehingga didalam pikirannya yang tercipta hanya bayangan bahwa klaim itu susah.

Dalam Program Asuransi Kesehatan yang menggunakan Kartu (Cashless), Klaim dapat terjadi dengan menggunakan kartu (Cashless) atau dengan sistem Reimbursement. Yang membedakan adalah kalau Cashless kita hanya menunjukkan kartu saja, dan kalau Reimbursement berarti kita membayar dulu, baru klaim kita lakukan setelah perawatan selesai dan telah kita bayar dulu.

Ada beberapa kondisi yang membuat sistem itu dapat digunakan, yaitu :

  1. Klaim di RS Rekanan langsung menggunakan Kartu 
  2. Klaim di RS bukan rekanan, harus menggunakan sistem Reimbursement
  3. Klaim Rawat Jalan polis Individu, menggunakan sistem Reimbursement

Selain itu, kita harus tahu kondisi-kondisi apa yang membuat klaim tidak dapat diganti sepenuhnya, silahkan liat aturan polis, karena setiap perusahaan memiliki aturan yang berbeda. Misalnya vitamin, alat-alat pendukung yang tidak berhubungan dengan penyakit, Kenaikan kelas kamar dan lain-lain. Sehingga kita tidak kaget kalau masih harus menambah sejumlah uang atau biasa disebut ekses klaim.

  • Klaim Rawat Inap

1. Syarat Klaim
Hal pertama yang harus kita ketahui, apakah syarat klaim terpenuhi, seperti apakah polis masih dalam keadaan inforce. Kondisi laps dapat saja terjadi karena premi asuransi tidak terbayar tepat waktu atau mungkin tidak terbayar.

Selain itu, kita harus tahu apakah polis ini masih dalam masa tunggu atau mungkin ada pengecualian atas penyakit yang sudah diderita sebelumnya atau metode pengobatan yang tidak masuk dalam lingkup perlindungan.

2. Hubungi pihak asuransi
Jangan lupa, menghubungi pihak asuransi baik itu agen atau perusahaan asuransi, sebelum atau paling tidak setelah kita masuk RS,  supaya bisa mendapat layanan yang prima.

3. Siapkan Dokumen Pendukung
Pada umumnya perusahaan asuransi swasta hanya memerlukan KTP Asli dan Kartu Cashless sebagai dokumen dasar proses masuk kedalam perawatan dan surat rujukan dari dokter yang merawat atau dokter UGD RS tersebut yang menyatakan membutuhkan perawatan lebih lanjt. Tetapi ada juga beberapa perusahaan asuransi, memerlukan surat rujukan dari dokter diluar RS, yaitu dari dokter yang ditunjuk oleh perusahaan asuransi.

4. Pilihan RS
Untuk mengetahui RS rekanan perusahaan asuransi, kita dapat melihat di web site perusahaan, telepon ke Customer Service Perusahaan atau ke agen-agen yang melayani kita. 

Sebelum masuk RS sebaiknya kita cek lagi daftar rekanan RS, karena seringkali terjadi perubahan-perubahan.

5. Administrasi Masuk
Ketika kita, datang ke RS yang pertama kali kita tunjukkan adalah Kartu Asuransi (Cashless), dari situ akan keluar data berupa sisa saldo yang masih bisa digunakan dan apa saja yang dilindungi dan dikecualikan dalam polis asuransi yang kita ambil

Ingat, penting kita mengetahui batasan-batasan ini, sehingga kita mengetahui perkiraan berapa uang yang harus disiapkan ketika kita akan masuk.

6. Administrasi keluar
Ketika kita sudah diperbolehkan pulang, maka akan ada proses klaim yang berjalan. Proses ini tidak terlihat oleh kita, tetapi kita rasakan dari waktu yang kita jalani. Dalam proses ini ada pihak RS, Dokter Penanggung Jawab dan Pihak Asuransi, mereka kan melakukan komunikasi, pihak Asuransi akan memberikan beberapa pertanyaan kepada Dokter yang merawat melalui pihak Rumah Sakit.

Jadi seandainya prosesnya akan sedikit memakan waktu, kita harus sabar menunggu, karena itu jauh lebih baik dari pada kita harus menyediakan uang tersebut dalam jumlah besar. 

Bagi yang menggunakan dua perusahaan asuransi, jangan lupa kita meminta surat koordinasi Benefit Asuransi kepada perusahaan asuransi pembayar, sehingga kekurangan pembayar dapat di dapat dari perusahaan asuransi satunya. 

  • Klaim Rawat Jalan

Pada asuransi kesehatan Individu, rawat jalan yang bisa dilakukan proses klaim adalah kondisi penyakit yang berkaitan sakit rawat inapnya, baik itu sebelum atau sesudahnya. Jadi dalam kondisi ini proses klaim dilakukan dengan sistem Reimbursement. Cara ini juga dapat digunakan pada klaim Rawat Inap yang bukan pada Rumah Sakit rekanan.

  1. Pengisian formulir klaim yang harus diisi dengan benar
  2. Melengkapi dokumen persyaratan klaim, seperti :

a.  Bukti pembayaran biaya perawatan dan tanda terima asli

b. Laporan lengkap dari dokter asli

c. Rincian perawatan dari RS asli (Medical Record)
d. Biaya obat-batan dan jasa yang dilakukan

3. Lakukan klaim sesegera mungkin, karena setiap asuransi memiliki batasan waktu klaim yang berbeda-beda, tetapi biasanya sekitar 30 hari.

Saat menyerahkan seluruh berkas, pastikan bahwa semua data tertulis benar dan berkas telah lengkap, ini berguna agar proses berjalan cepat tanpa hambatan. Banyak sekali klaim yang terproses lama, hanya karena hal-hal sepele berkaitan administrasi saja.

Penolakan Klaim
Bisa saja ternyata klaim di tolak oleh pihak Asuransi. Kita jangan langsung patah arang dulu, coba pelajari alasan kenapa klaim itu ditolak dan pelajari dengan seksama, apakah alasan yang diberikan telah sesuai dengan kejadian sebenarnya.

Setelah itu, lakukan keberatan baik itu secara tertulis maupun lisan. Bisa saja alasan yang kita kemukakan dapat diterima dan klaim dapat dibayarkan sebagian atau bahkan seluruhnya. 

Cara Mengatur Keuangan Supaya Hemat

Cara Mengatur Keuangan Supaya Hemat

Penghasilan kita akan semakin efektif apabila cara mengatur keuangan nya dengan metode yang tepat. Seringkali penghasilan kita menentukan cara kita mengatur keuangan, padahal apabila kita mengatur keuangan dengan baik, dampaknya akan sangat terasa dalam jangka waktu panjang.

Setiap keluarga pasti memiliki rencana-rencana untuk masa depannya, seperti : liburan, memiliki mobil, memiliki rumah dan lain-lain. Rencana-rencana ini tentunya membutuhkan uang yang tidak sedikit. Sementara untuk mencari penghasilan tambahan tidaklah mudah. Untuk itulah dibutuhkan cara mengatur keuangan yang tepat sehingga semua impian kita bisa terpenuhi. Bagaimana Cara Mengatur Keuangan yang tepat, silahkan simak tips-tips ini.

1. Evaluasi Kembali Biaya Rumah Tangga
Banyak orang yang sulit mengatur keuangan, karena sebagian besar penghasilannya sudah terpotong oleh biaya KPR rumah. Rumah memang penting untuk dimiliki, tetapi belilah dengan cara yang tepat. Cicilan rumah yang tepat adalah jangan melebihi 25% dari penghasilan kita. Jadi carilah KPR dengan harga cicilan yang tidak membebani, atau menabung dulu supaya bisa memberikan DP yang besar sehingga cicilan menjadi lebih ringan.

Hindari tawaran-tawaran DP 0, karena sebetulnya harga itu tetap dibayar hanya terdistribusi ke cicilan bulanan.

Apabila kita belum siap untuk mengambil rumah, carilah kontrakan rumah yang cukup murah dan terjangkau, sehingga kita masih bisa menabung untuk mendapat DP yang besar.

2. Rencanakan Belanja Bulanan
Pengeluaran kita seringkali boros karena kita berbelanja lebih karena keinginan dari pada kebutuhan, sehingga yang terbeli lebih banyak sesuatu yang memang tidak kita butuhkan. Dan ini tentunya menjadi pengeluaran yang sia-sia dan bisa saja cukup besar.

Buatlah setiap bulan rencana-rencana pengeluaran, pisahkan antara kebutuhan tersier dengan kebutuhan primer. Kebutuhan primer adalah Belanja rutin bulanan, bayar listrik, PAM dan lain-lain. Kebutuhan Tersier adalah seperti Membeli baju, makan diluar bersama teman-teman dan lain-lain.

Cobalah kita selalu disiplin dengan rencana pengeluaran yang telah kita buat, sehingga perencanaan kita menjadi efektif.

3. Atur Kartu Kredit Anda
Jangan biasakan menggunakan kartu kredit, seandainya terpaksa harus menggunakannya, maka lunasi segera sebelum jatuh tempo. Seandainya kita tidak memiliki cukup uang, ubahlah menjadi cicilan yang tetap, sehingga terkena bunga yang jauh lebih murah.

Seandainya memang harus memiliki kartu kredit, milikilah satu kartu kredit saja, karena biaya keanggotaan tahunannya cukup besar, jadi bayangkan kalau kita memiliki lebih dari satu kartu kredit.

Jangan membayar Kartu Kredit dengan cicilan minimal, karena bunga yang dikenakan akan sangat besar sekali. 

Jadikan Kartu Kredit sebagai alat yang  memudahkan kita bertransaksi, bukan untuk berhutang. Misalnya ketika kita sedang melakukan perjalanan yang jauh.

4. Miliki Pengatur Suhu Otomatis
Dengan meningkatnya suhu bumi, otomatis kebutuhan akan AC tidak terhindarkan lagi, oleh sebab itu pilihlah AC yang menawarkan daya penggunaan yang paling rendah dan memiliki pengaturan suhu secara otomatis. Usahakan jangan menggunakan suhu yang terlalu rendah, karena ini akan membuat AC menyedot daya yang lebih besar.

5. Biasakan Tidak Makan diluar
Makan diluar memang mengasyikkan, tetapi tahu nggak berapa besar biaya yang kita anggarkan untuk kegiatan ini. Seandainya sekali kita makan di resto 60 ribu, berarti dalam sebulan apabila kita melakukan 10 kali ke resto maka pengeluaran kita mencapai 600 ribu.

Jadi cobalah biasakan memasak makanan di rumah, minimal buat makan pagi dan malam.

6. Kurangi berkendara ketempat yang mudah dijangkau
Seringkali kita malas bergerak, sehingga ke tempat-tempat yang terjangkau saja kita menggunakan kendaraan bermotor, hal ini membuat budget bensin kita akan naik. Jadi biasakan kita ketempat-tempat yang dekat kita berjalan kaki atau menggunakan kendaraan umum.

Lagi pula, sebenarnya dengan rajin berjalan kaki tentunya akan membuat tubuh kita menjadi selalu prima, sehingga terhindar dari sakit, ini membuat budget kesehatan kita menjadi rendah.

7. Rencanakan tempat belanja
Dengan membuat rencana belanja yang baik, maka seringkali kita dapat mengatur belanja barang-barang tertentu dalam bentuk grosir, sehingga bisa mendapat harga yang jauh lebih murah.

Kita juga dapat memilih tempat-tempat belanja dengan harga yang miring, jangan hanya fokus ke supermarket atau minimarket yang seringkali harga barang-barang tertentu cukup mahal.

8. Lunasi semua tagihan tepat waktu
Saat ini banyak sistem pembayaran yang kita lakukan secara bulanan, seperti TV kabel, PAM, PLN, Kartu Kredit , KPR dan lain-lain. Memang pembayaran seperti ini dapat membuat sistem pembayaran kita menjadi terlihat murah. Tetapi tahu tidak, beberapa sistem pembayaran ini mengenakan denda keterlambatan, misalnya seperti tv kabel dapat mencapai 150 ribu rupiah per keterlambatan, bahkan ada yang dikenakan bunga harian. Tentunya hal ini akan membuat pengeluaran kita membengkak, dan terbuang percuma, padahal kalau dialokasikan untuk pembayaran lain menjadi lebih efektif.

Jadi bayarlah tepat waktu jangan pernah tunda pembayaran yang sudah rutin.

9. Gunakan Discount dan promo
Seandainya kita cukup jeli, banyak discount dan promo yang bisa kita manfaatkan, dan tentunya ini dapat menekan pengeluaran kita.

Jangan malu-malu memanfaatkan fasilitas discount atau promo yang kita dapatkan, karena sering kali nilainya bisa sangat besar.

10. Mengatur pengeluaran dalam beraktifitas
Coba kita mengatur aktivitas kita dengan efektif, sehingga kita dapat menghemat beberpa pengeluaran yang tidak perlu. Misalnya kita akan melakukan perjalanan dinas, coba atur supaya kita bisa pergi sekalian makan siang, sehingga pengeluaran BBM bisa kita hemat.

11. Beli barang sesuai kebutuhan
Belilah barang sesuai dengan kebutuhan kita, jangan selalu mengikuti hawa nafsu kita. Keinginan akan barang-barang bagus dapat mendorong pikiran kita untuk mencari alasan bahwa barang itu seolah-olah dibutuhkan. 

Jadi berhati-hatilah dalam menganalisa sebuah kebutuhan, apakah itu suatu kebutuhan atau hanya keinginan saja. 

12. Biasakan menabung
Kata orang menabung pangkal kaya, tetapi faktanya lebih banyak orang yang gagal dama menabung, ini lebih karena cara fikir yang salah.

Biasakan menabung tidak menggunakan uang sisa, tetapi taruh didepan ketika kita baru mendapat penghasilan. Sehingga tabungan itu selalu terisi, karena kalau kita menunggu uang sisa, tentunya kita tidak akan pernah memiliki tabungan itu.

Rencanakan ketika kita menginginkan sebuah barang, tabung dulu baru beli, supaya kita tidak terlibat hutang yang berlarut.

13. Pergi belanja dalam keadaan perut kenyang
Ketika kita mau pergi belanja atau pergi ke pusat-pusat perbelanjaan, isilah perut kita dahulu. Perut kosong akan menggerakkan keinginan kita untuk berbelanja.

14. Cari penghasilan tambahan 
Manfaatkan waktu-waktu kosong kita untuk hal-hal yang sangat produktif. Saat ini banyak sekali penghasilan tambahan yang ditawarkan, dari berjualan asuransi sampai internet marketing. Carilah usaha yang memang kita sukai, sehingga pekerjan kita menjadi efektif.

Disiplin mengelola uang
Ada banyak cara untuk melakukan pengaturan uang supaya hemat, tetapi tetap saja Kunci dari keberhasilan kita mengelola uang adalah DISIPLIN.  

Dengan disiplin, maka banyak hal yang tidak terbayang akan dapat kita wujudkan, sehingga hidup kita juga akan lebih baik.

Demikian tips-tips Mengatur Keuangan ini, mudah-mudahan bermanfaat.

Jangan Beli Polis Asuransi !!

Jangan Beli Polis Asuransi !!

Saat ini untuk mendapatkan Polis Asuransi sebetulnya bukan sesuatu yang sulit, karena banyaknya perusahaan asuransi dan agen yang dapat membantu kita untuk mewujudkannya. Tetapi faktanya jumlah pemegang polis asuransi secara prosentase tidak bertambah secara signifikan.

Hal ini terjadi karena masih ada rasa takut dari sebagian orang untuk membeli asuransi, sehingga muncul kata-kata, Jangan beli polis asuransi !! 

Ada beberapa alasan  yang sering digunakan oleh masyarakat untuk tidak membeli asuransi, yaitu :

 1. Premi Asuransi Mahal
Pada dasarnya semua orang memiliki kebutuhan asuransi, masalahnya banyak faktor yang membuat orang menjadi mundur ketika melihat kewajiban premi yang harus dibayar. Memang bisa saja premi asuransi menjadi mahal.

Salah satu yang memicu premi asuransi menjadi mahal adalah usia masuk yang sudah terlalu tinggi. Karena resiko mengikuti usia, jadi semakin tinggi usia kita, maka kewajiban premi akan semakin tinggi.

Pemicu lainnya adalah sudah memiliki penyakit yang beresiko, sehingga ini membuat adanya tambahan resiko yang akan dibebankan kepada premi asuransinya, yang menyebabkan premi menjadi terlihat mahal.

Bisa juga premi menjadi mahal dikarenakan faktor pekerjaan dan hobi yang beresiko tinggi. Tetapi dibandngkan resiko yang dihadapi, sebetulnya premi itu terlihat semakin murah.

Jadi, sebetulnya kalau kita membeli asuransi pada usia muda dan masih sehat, tentunya preminya pasti akan jauh lebih murah.

2. Nanti belinya saat menjelang tua saja.
Ini adalah keputusan yang kurang tepat, karena semakin tinggi usia kita akan semakin mahal preminya, bahkan kemungkinan sudah tidak dapat diterima, karena ada resiko-resiko penyakit yang sudah tinggi.

Selain itu karena jangka waktu semakin pendek, mungkin dibatasi kemampuan mencari nafkah, ini membuat premi menjadi semakin mahal. 

Jadi hindarilah pernyataan seperti ini.

3. Sudah ada asuransi dari kantor.
Pernyataan ini sering timbul dari para karyawan yang sudah mendapat perlindungan yang besar dari kantornya. Tetapi seringkali mereka lupa, bahwa bekerja selalu ada batas waktunya, dan kalau waktunya sudah tiba tentunya kantor kita juga akan mencabut polis asuransi yang telah disediakan. Masalahnya, ketika kita mencoba membeli Polis Asuransi saat itu tentunya premi dan kondisi kesehatan kita sudah berbeda, sehingga menjadi mahal dan mungkin terbatas perlindungannya.

Jadi, cobalah cari asuransi tambahan yang kita beli sendiri, walaupun perusahaan sudah menyediakannya.

4. Klaim susah
Pernyataan ini paling sering terjadi dilapangan. Pada dasarnya Klaim itu apabila didasari oleh alasan yang tepat dan memang dalam cakupan perlindungan semua proses akan berjalan cepat.

Jadi untuk menghindari hal ini terjadi, caranya cukup mudah, yaitu isi aplikasi dengan sebenar-benarnya dan pelajari polis sebaik-baiknya, kita harus tahu apa saja yang menjadi cakupan perlindungan dan apa saja yang dikecualikan.

5. Ragu dalam membuat keputusan
Sering kali kita berpikir apakah keputusan membeli Polis Asuransi adalah tepat? Kondisi ini sering terjadi terutama karena kita tidak yakin apakah Asuransi dibutuhkan atau tidak. Untuk menjawab pertanyaan itu caranya adalah dengan mencari informasi sebanyak-banyaknya tentang asuransi. 

Jangan pernah khawatir, karena saat ini ada teknologi yang membuat kita sangat mudah mencari informasi, apalagi sudah semakin banyak perusahaan-perusahaan Fintek yang bersaing, sehingga banyak informasi positif yang disampaikan.

6. Lebih baik beli Investasi
Banyak orang berpikir lebih baik berinvestasi, karena pertumbuhan uangnya akan menjadi tinggi. Menurut mereka Asuransi hanyalah biaya, jadi menjadi beban.

Tahukah teman-teman, Investasi sebagus apapun akan menjadi sia-sia ketika kita sakit dan menghabiskan uang banyak. Karena Investasi itu akan habis diambil untuk biaya pengobatan.

Tahukah teman-teman, bahwa di asuransi juga ada produk yang dikombinasi dengan Investasi, yaitu adalah unit link. Bayangkan uang kita bertumbuh tetapi perlindungan juga tetap berjalan. Malah ada produk tambahan yaitu Waiver Premium  yang tidak bisa kita miliki kalau membeli perlindungan yang berdiri sendiri.

Waiver Premium akan membayarkan investasi kita sampai waktu tertentu apabila kita terkena sakit kritis atau meninggal dunia.

Dengan informasi ini, mudah-mudahan teman-teman semakin menyadari bagaimana pentingnya asuransi, karena dengan adanya polis asuransi maka penghasilan dan tabungan kita tetap terjaga apabila kita terkena resiko sakit.

Perencanaan Pendidikan Anak Terbaik dengan Asuransi

Perencanaan Pendidikan Anak Terbaik dengan Asuransi

Pendidikan yang terbaik untuk anak adalah impian bagi setiap orang tua. Banyak cara untuk mempersiapkan Pendidikan Anak sejak dini. Ada yang melalui Tabungan Pendidikan Anak, Asuransi Pendidikan Anak, Tabungan Emas dan lain-lain.

Dalam tulisan ini akan dibahas mengenai Asuransi Pendidikan Anak dan alasannya mengapa kita memilih program ini dalam mempersiapkan pendidikan anak kita.

Sebelum kita membahas lebih lanjut kita harus tahu beberapa fakta dalam PENDIDIKAN.

Dari data di atas, terlihat bahwa pendidikan di tingkat SD, SMP dan SMA hanya sedikit sekali yang tidak menyelesaikan pendidikannya. Ini karena adanya program wajib belajar 12 tahun (WAJAR 12) yang membuat banyak sekola negeri yang dibebaskan dari seluruh biaya. Sehingga sangat wajar apabila di tingkat SD, SMP dan SMA tidak perlu khawatir di masalah biaya, karena sangat banyak pilihan yang ada.

Sementara pada tingkat pendidikan tinggi mulai terlihat hanya sekitar 20% yang berhasil masuk di tingkat tinggi, sangat kecil sekali. Selain karena jumlah perguruan tinggi negeri yang ada sangat terbatas juga karena tingginya biaya pendidikan di sekolah-sekolah swasta.

 

Kita lihat fakta di atas, ternyata mayoritas pengangguran adalah anak-anak yang tidak dapat melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi. Kita tentunya tidak ingin anak kita menjadi pengangguran, oleh sebab itu bagaimana caranya mereka harus bisa masuk kuliah. Dan faktanya masalah dominan kegagalan pendidikan adalah di faktor biaya.

Inflasi Tantangan Perencanaan Pendidikan
Sekarang kita lihat, bahwa perencanaan yang sangat penting adalah untuk perguruan tinggi. Masalah lain yang juga menjadi menjadi penghambat perencanaan biaya pendidikan adalah inflasi. Karena tanpa kita sadar ternyata harga-harga disekeliling kita selalu naik.

Berapa kenaikan biaya pendidikan rata-rata tiap tahun di Indonesia, ternyata kenaikan mencapai 15% per tahun. Sehingga kalau kita mempersiapkannya dengan tabungan biasa, dapat dipastikan kekurangannya sangatlah jauh meleset. Coba lihat biaya pendidikan di bawah ini.

 

Coba kita lihat, seandainya kita ingin menyekolahkan anak kita disalah satu perguruan tinggi itu, anggaplah kita ambil nilai rata-ratanya yaitu Rp. 273.000.000

Apabila anak kita baru lahir, berarti kuliah 18 tahun lagi, maka uang yang dibutuhkan adalah 3,4 M. Wah nilai yang kelihatannya nggak masuk akal yaa … tapi kalau kita lihat berapa biaya kuliah orang tua kita dulu itu semua terlihat nyata.

Sekarang coba bayangkan berapa uang yang harus ditabung untuk mencapai nilai itu dengan tabungan biasa, ternyata didapat Rp. 13 jutaan per bulan.

Sekarang bagaimana dengan investasi, misalnya bisa dikembangkan dengan 20% per tahun, ternyata bisa dengan hanya Rp. 2,2 juta an per bulan.

Selisih yang sangat jauh, dan tentunya pilihan investasi adalah pilihan yang sangat menarik dibanding dengan menabung biasa. Apalagi apabila perencanaannya disaat anak kita sudah besar, tentunya akan menjadi sangat mahal.

Dalam tabungan jangka panjang tentunya selalu dibayang-bayangi resiko, bisa meninggal dunia, sakit dan lain-lain. Oleh sebab itu sangat menarik apabila Investasi kita di kombinasikan dengan produk asuransi , yaitu UNIT LINK.

Salah satu program unit link yang menarik adalah BEBAS IKHTIAR, silahkan klik gambar dibawah ini.

 

Mau tahu lebih detail mengenai program pendidikan, silahkan WA : 08161963144 atau klik gambar dibawah ini.