Perencanaan Dana Darurat

Perencanaan Dana Darurat

Dalam artikel ini saya akan memberi gambaran mengenai Perencanaan Dana Darurat. Hal ini sangat penting karena banyak orang yang mengesampingkan perencanaan ini.

Menurut dunia Perencanaan Keuangan Pribadi, penghasilan atau income yang kita dapatkan setiap bulannya, sebaiknya dibagi menjadi pos-pos sebagai berikut :

  1. 50% untuk Kebutuhan Sehari-hari, misalnya buat makan, akomodasi, transportasi dan lain-lain.
  2. 20% – 30% untuk Investasi, seperti membeli emas, reksadana, rumah dan lain-lain.
  3. 5% – 10% untuk Kesenangan, misalnya : traveling, nonton atau menjalankan hobi-hobi kita lainnya.
  4. 10%-20% untuk Dana Darurat.

Dana Darurat adalah sejumlah uang yang disiapkan khusus untuk kejadian darurat yang sangat tidak terduga, misalnya : PHK, Sekolah anak, sakit dan lain-lain.

Seandainya seseorang mengalami kejadian darurat, sementara dia tidak menyiapkan DANA DARURAT, menurut teman-teman dia akan ambil dari pos mana ?

Pasti yang pertama digunakan adalah dana KESENANGAN yaa … karena tentunya Kesenangan masih bisa ditunda untuk sesuatu yang harus disediakan.

Tetapi apabila Dana Kesenangan ini tidak cukup, apa yang harus kita lakukan, mau nggak mau kita akan coret Dana INVESTASI kita, karrena dana ini juga masih bisa kita tunda.

Nah, bagaimana apabila masih tidak cukup juga ? Maka terpaksa harus kita kunakan Dana KEBUTUHAN SEHARI-HARI.

Trus bagaimana seandainya semua dana kita korbankan ternyata masih tidak cukup ? Silahkan teman-teman renungi sendiri yaa …

Teman-teman, kejadian darurat apa yang sampai membuat orang harus mengorbankan pos untuk KEBUTUHAN SEHARI-HARI? Pasti ini adalah kejadian yang membutuhkan dana besar sekarang juga, yaitu SAKIT KRITIS.

Jadi sangatlah PENTING kita menyiapkan DANA DARURAT.

Karena Dana Darurat itu penting, maka saya tawarkan 2 pilihan mengelola Dana Darurat, yaitu Dikelola sendiri atau dikelola pihak ke-3. Silahkan lihat tabel ini :

Teman-teman, apabila kita melihat tabel diatas, menurut teman-teman mana yang lebih baik? Tentunya dikelola Pihak ke-3 kan …

Mau tahu Pihak ke-3 ini, silahkan tonton film dibawah ini :

Teman-teman mau dilayani oleh Agent Profesional dan Pengalaman lebih dari 20 tahun (Profil agen klik di SINI), silahkan WA : 08161963144 atau klik gambar dibawah ini :

 

 

Mudik Dengan Perlindungan Asuransi

Mudik Dengan Perlindungan Asuransi

Menjelang lebaran, kata-kata mudik menjadi trendung topik dimana mana. Bukan hanya online bahkan offline pun semua orang membicarakannya.

Tentunya semua orang ingin aman saja selama perjalanan mudiknya, tetapi seringkali rasa lelah dalam perjalanan, atau mungkin keteledoran orang lain dapat merubah persepsi itu semua.

Untuk itu FWD Life menyediakan asuransi kecelakaan yang murah dan mudah membuatnya. Nggak perlu repot-repot pemeriksaan kesehatan, bahkan pengisian aplikasi hanya dalam hitungan menit polis langsung bekerja.

Apa saja perlindungannya ? Lihat gambar dibawah ini.

Perlindungan cacat tetap total/sebagian meliputi.

Dengan premi yang sangat murah, untuk perlindungan selama setahun.

Penjelasan mengenai Kelas.

Kelas 1

Pekerjaan yang bersifat administrasif atau semacamnya, seperti : pimpinan dan pegawai/karyawan dari kantor pemerintah dan swasta, teller, sekretaris, akuntan, pengacara, notaris, operator telepon dan dosen atau guru.

Kelas 2

Pekerjaan-pekerjaan yang bersifat administratif atau semacamnya tetapi sering melakukan perjalanan atau dinas luar ataupun melakukan tugas dengan tenaga fisik, seperti : salesman, penagih Premi asuransi/rekening, reporter lokal, dokter hewan dan tenaga kesehatan.

Kelas 3

Pekerjaan-pekerjaan lapangan atau para teknisi/pekerja yang bekerja secara manual atau pekerjaan dengan menggunakan mesin-mesin ringan, seperti : supir pribadi/taksi, tukang kayu, tukang listrik, tukang pos.

Kelas 4

Pekerjaan-pekerjaan kasar atau yang sifatnya berbahaya atau pekerjaan-pekerjaan dengan menggunakan mesin-mesin berat, seperti : aktor, akrobatik di ketinggian, angkatan bersenjata, polisi, buruh.

Ini ilustrasinya

Ayo jangan ketinggalan silahkan WA ke 08161963144 atau klik gambar dibawah yaa …

Perencanaan Pendidikan dengan Asuransi Pendidikan Anak

Perencanaan Pendidikan dengan Asuransi Pendidikan Anak

Pendidikan yang terbaik untuk anak adalah impian bagi setiap orang tua. Banyak cara untuk mempersiapkan Pendidikan Anak sejak dini. Ada yang melalui Tabungan Pendidikan Anak, Asuransi Pendidikan Anak, Tabungan Emas dan lain-lain.
Dalam tulisan ini akan dibahas mengenai Asuransi Pendidikan Anak dan alasannya mengapa kita memilih program ini dalam mempersiapkan pendidikan anak kita.
Sebelumnya kita bahas lebih lanjut kita harus tahu beberapa fakta dalam PENDIDIKAN.
Asuransi Pendidikan Anak
Dari data di atas, terlihat bahwa pendidikan di tingkat SD, SMP dan SMA di Indonesia ini hanya sedikit sekali yang tidak menyelesaikan pendidikannya. Ini karena adanya program wajib belajar 12 tahun (WAJAR 12) yang membuat banyak sekolah negri yang dibebaskan dari seluruh biaya. Sehingga sangat wajar apabila di tingkat SD-SMP dan SMA tidak udah khawatir di masalah biaya, karena sangat banyak pilihan yang ada.
Sementara pada tingkat pendidikan tinggi mulai terlihat hanya sekitar 20% yang berhasil masuk di tingkat ini, sangat kecil sekali. Selain karena jumlah perguruan tinggi Negri yang ada sangat terbatas juga karena tingginya biaya pendidikan di sekolah-sekolah swasta.
Asuransi Pendidikan Anak
Kita lihat Fakta di atas, ternyata mayoritas pengangguran adalah anak-anak yang tidak dapat melanjutkan pendidikannya ke perguruan tinggi. Kita tentunya tidak ingin anak kita menjadi pengangguran, oleh sebab itu bagaimana caranya mereka harus bisa masuk kuliah. Dan faktanya masalah dominan kegagalan pendidikan adalah di faktor biaya.
Inflasi Tantangan Perencanaan Pendidikan
Sekarang kita lihat, bahwa perencanaan yang sangat penting adalah untuk perguruan tinggi. Masalah lain yang juga menjadi penghambat perencanaan biaya pendidikan adalah Inflasi. Karena tanpa kita sadar ternyata harga-harga disekeliling kita selalu naik.
Berapa kenaikan biaya pendidikan rata-rata tiap tahun di Indonesia, ternyata kenaikan mencapai 15% per tahun. Sehingga kalau kita mempersiapkannya dengan tabungan biasa, dapat dipastikan kekurangannya sangatlah jauh meleset. Coba lihat biaya pendidikan di bawah ini.
Asuransi Pendidikan Anak
Coba kita lihat, seandainya kita ingin menyekolahkan anak kita disalah satu perguruan tinggi itu, anggaplah kita ambil nilai rata-ratanya yaitu 273.000.000.
Apabila anak kita baru lahir, berarti kuliah 18 tahun lagi, maka uang yang dibutuhkan adalah 3,4 M. Wah, nilai yang kelihatannya nggak masuk akal yaa … tapi kalau kita lihat berapa biaya kuliah orang tua kita dulu itu semua terlihat menjadi nyata.
sekarang coba banyangkan berapa uang yang harus ditabung untuk mencapai nilai itu dengan tabungan biasa, ternyata didapat Rp. 13 jutaan per bulan.
Sekarang bagaimana dengan investasi, misalnya bisa dikembangkan dengan 20% per tahun ternyata bisa dengan hanya Rp 2,2 jt an per bulan. 
Selisih yang sangat jauh, dan tentunya pilihan investasi adalah pilihan yang sangat menarik dibanding dengan menabung biasa. Apalagi apabila perencanaannya disaat anak kita sudah besar, tentunya akan menjadi sangat mahal. 
Dalam tabungan jangka panjang tentunya selalu dibayang-bayangi resiko, bisa meninggal dunia, sakit dan lain-lain. Oleh sebab itu sangat menarik apabila Investasi kita di kombinasikan dengan produk Asuransi yang dikombinasikan dengan Investasi, yaitu Unit Link.
Untuk tahu sebuah program investasi Unit Link yang menarik silahkan WA : 08161963144 Klik Link gambar bawah ini.
 
Jenis-jenis Asuransi Jiwa

Jenis-jenis Asuransi Jiwa

Sebetulnya Asuransi Jiwa banyak jenisnya, hanya saat ini memang yang sedang naik daun hanya satu jenis asuransi jiwa saja. Untuk itu disini kita coba membahas jenis Asuransi yang lainnya, supaya kita nggak salah dalam memilih asuransi.

1. Asuransi Jiwa Berjangka (Term Life Insurance)

Asuransi Jiwa Berjangka nama lainnya adalah Term Life Insurance juga suka disebut sebagai asuransi jiwa kematian, merupakan dasar dari semua asuransi jiwa. Program ini memberi perlindungan Uang Pertanggungan dalam jangka waktu tertentu tanpa ada pengembalian baik bentuk tabungan atau investasi.

Ciri-ciri yang menyolok dari program ini adalah premi yang sangat murah, karena isinya hanya mengandung mortalita dan biaya saja serta tidak ada pengembalian apapun apabila kontrak selesai.

Baca juga : Pengertian Asuransi Jiwa dan Contohnya

Produk ini ada beberapa jenis di pasaran, yaitu :

  1. Uang Pertanggungan Tetap Premi menaik (Biasa sebagai tambahan Produk Unit Link)
  2. Uang Pertanggungan Turun Premi tetap (Biasa sebagai perlindungan Kredit)
  3. Uang Pertanggungan Tetap dan Premi Tetap (Biasa untuk perlindungan penghasilan)
Jika Anda memilih asuransi jiwa ini, beberapa keuntungannya adalah:
  • Anda sebagai pemegang polis mendapatkan kebebasan dalam menentukan besarnya premi sesuai dengan kemampuan Anda.
  • Uang pertanggungan yang bisa Anda peroleh sebagai pemegang polis bisa mencapai angka miliaran rupiah. Artinya, jika tertanggung meninggal dunia saat masa kontrak masih aktif, maka keluarga tertanggung akan mendapatkan uang pertanggungan yang cukup besar.

Sementara itu kekurangan dari asuransi jiwa jenis ini adalah:

  • Tertanggung bisa kehilangan uang premi yang sudah dibayarkan atau premi hangus begitu kontrak selesai apabila tidak mengalami masalah kesehatan maupun meninggal dunia hingga masa kontrak selesai tersebut.
  • Apabila terjadi lupa bayar, polis bisa langsung putus dan untuk menghidupkannya lagi bisa diminta melakukan Medical Check Up atau bahkan ditolak.

2. Asuransi Jiwa Seumur Hidup (Whole Life Insurance)
Asuransi Jiwa Seumur Hidup atau biasa disebut Whole Life Insurance, adalah sebuah produk asuransi yang bertujuan untuk perlindungan seumur hidup, tetapi Pemegang Polis tidak mau kehilangan premi yang dia setorkan, karena Uang Pertanggungan bisa dia dapatkan pada akhir kontrak yang bisa mencapai usia 100 tahun.

Perlindungan yang sangat panjang ini membuat premi menjadi tidak terlalu mahal, jadi dari sisi harga produk ini sedikit diatas produk Term Life.

Produk ini di Indonesia sudah sangat jarang dijual, sehingga cukup sulit mencarinya. Orang yang cocok memiliki produk ini adalah orang yang membutuhkan perlindungan besar tetapi ingin uang yang dia bayarkan kembali, walaupun tidak perlu untung.

Keuntungan dari asuransi jiwa jenis ini adalah:

  • Pemegang polis dimungkinkan untuk mendapatkan nilai tunai dari premi yang sudah dibayarkan.
  • Apabila Anda sebagai tertanggung tidak dapat membayar angsuran premi secara berkala, Anda bisa menggunakan nilai tunai dari premi yang sudah dibayar untuk membayar premi selanjutnya.
  • Premi asuransi yang sudah Anda bayarkan tidak akan hangus jika tidak ada klaim.
  • Saat kontrak berakhir, uang pertanggungan akan diberikan seluruhnya.

Sementara itu kekurangannya adalah:

  • Preminya lebih besar ketimbang premi asuransi jiwa berjangka, bahkan bisa mencapai lebih dari dua kali lipatnya. Alasan dari premi yang tinggi ini adalah karena angka harapan hidup masyarakat Indonesia hanya 65 tahun untuk laki-laki dan 70 tahun untuk perempuan, sehingga kemungkinan klaim asuransi sebelum masa proteksi berakhir lebih tinggi.
  • Nilai tunai dari total premi yang sudah dibayarkan tidak terlalu besar karena bunga untuk asuransi ini biasanya hanya sebesar 4% per tahun, dan angka ini belum dipotong pajak.

3. Asuransi Jiwa Dwiguna (Endowment Insurance)
Asuransi Jiwa Dwiguna seringkali disebut Endowment Insurance, sesuai dengan namanya produk ini memiliki dua manfaat yaitu untuk tabungan dan perlindungan. Jadi pada produk ini pemegang polis bisa mendapatkan Nilai Tunai pada waktu tertentu atau akan mendapatkan Uang Pertanggungan apabila terjadi resiko meninggal dunia pada tertanggung utama.

Produk ini biasanya digunakan untuk perencanaan pendidikan anak atau untuk dana pensiun, Karena jangka waktunya yang relatif lebih pendek dari asuransi Whole Life.

Keuntungan dari asuransi jiwa jenis ini adalah:

  • Seperti yang sudah dijelaskan di atas, Anda bisa mengklaim polis asuransi jiwa ini sebelum masa kontrak berakhir, misalnya untuk dana pendidikan anak Anda. Namun penarikan dana ini hanya bisa dilakukan sekali dalam jangka waktu beberapa tahun sesuai dengan perjanjian yang telah dibuat.
  • Jika misalnya Anda sebagai tertanggung masih hidup saat jangka waktu berakhir, Anda akan mendapatkan seluruh uang pertanggungan.

Sementara itu kekurangannya adalah:

  • Karena jenis asuransi jiwa ini memiliki dua manfaat, yang seperti menggabungkan manfaat asuransi jiwa berjangka dengan asuransi jiwa seumur  hidup, jadi preminya cukup besar, bisa mencapai jutaan rupiah per bulannya.

4. Asuransi Jiwa Unit Link
Asuransi Jiwa Unit Link adalah produk terbaru dari Asuransi Jiwa, di Indonesia sendiri baru masuk sekitar tahun 1998. Produk ini menggabungkan keunggulan Asuransi lewat Term Life dengan Reksadana dari sisi investasinya. Jadi produk ini adalah gabungan antara asuransi dan investasi.

Keuntungan dari asuransi jiwa jenis ini adalah:

  • Anda sebagai pemegang polis tidak hanya mendapatkan jaminan perlindungan saja melainkan juga imbal hasil investasi dengan bunga yang cukup tinggi setiap tahunnya.
  • Produk sangat fleksibel, bisa diambil kapan saja, bisa rubah-rubah Uang Pertanggungan kapan saja, bisa di atur waktu pembayarannya dan lain-lain.
  • Meliki Rider (Asuransi Tambahan) yang bisa dipilih sesuai dengan kebutuhan, bahkan bisa dilepas apabila sudah tidak membutuhkan.

Sementara kerugiannya adalah:

  • Imbal balik dari investasinya kurang signifikan jika dibandingkan dengan investasi murni seperti saham, pasar uang, atau reksadana. Jika Anda mencari keuntungan yang besar dari investasi, Anda sebaiknya tidak mengandalkan asuransi jiwa unit link.
  • Uang pertanggungan yang akan diperoleh tergolong rendah, terutama jika investasinya gagal atau hanya menghasilkan keuntungan yang kecil.

Jadi inilah jenis-jenis asuransi yang banyak dipasaran saat ini. Mudah-mudahan dapat memberikan tambahan Pengertian Asuransi Jiwa dan Contohnya. Apabila membutuhkan bantuan, silahkan klik di SINI

Jenis-jenis Asuransi Unit Link Dilihat Dari Biaya Akuisisinya

Jenis-jenis Asuransi Unit Link Dilihat Dari Biaya Akuisisinya

Asuransi Unit Link sangat digemari oleh masyarakat saat ini, karena produknya yang sangat fleksibel membuat orang dapat cepat jatuh cinta dengan produk ini. Tetapi dengan kurangnya informasi, membuat banyak orang yang malah merasa tertipu telah membeli produk ini. Salah satu yang kurang diperhatikan adalah varian-variannya yang membuat produknya menjadi semakin menarik. Artikel ini akan membahas beberapa jenis Unit Link yang ada di pasar.

Sebelum kita masuk ke pokok penjalasan, perlu dijelaskan disini apa itu unit link. Unit Link adalah suatu program yang dikeluarkan oleh perusahaan asuransi, dimana program ini mengkombinasikan antara Proteksi dan Investasi. Produk ini sangat fleksibel dimana nasabah bisa memilih pilihan investasi sendiri, berapa lama waktu bayarnya, berapa preminya, dan manfaat apa saja yang diambil.

Di pasar yang ada di Indonesia ada 2 macam Produk Unit link, yaitu :

  1. Konvensional
  2. Syariah

Tetapi dalam artikel ini kita tidak membahas 2 macam jenis itu, yang kita bahas adalah masalah biaya yang dikenakan pada unit link.

Sementara dari sisi biaya ada 3 jenis produk unit link, yaitu :

1.Front End Loading

Jenis ini adalah generasi pertama dari Unit Link. Ciri-cirinya adalah tahun pertama biasanya Nilai Investasinya masih kecil bahkan bisa tidak ada sama sekali. Atau biasa dikatakan biaya akuisisinya 100%. Biasanya agen untuk membuat produk ini menarik mengkombinasikannya dengan top up regular, jadi terlihat bahwa investasinya sudah ada sejak tahun-tahun aswal.

Baca juga : FWD SPrint Link Plus

Ciri-ciri lain jenis ini adalah pengambilan sebagian investasi dari tahun-tahun awal tidak dikenakan biaya. Selain biaya akuisisi biasanya dikenakan biaya asuransi dan biaya Administrasi saja.

2.Back End Loading

Jenis ini lebih sering dijual oleh perbankan, walaupun sekarang beberapa perusahaan menjualnya melalui Agency juga. Ciri-ciri dari jenis ini adalah Investasinya sudah langsung 100% dari tahun pertama, jadi tidak ada biaya akuisisi.

Baca juga : FWD Bebas Optimal

Biaya akuisisi diganti oleh biaya yang lebih kecil yaitu biaya pemeliharaan, yang biasanya dikenakan selama 6 tahun dan bertambah kecil. Ciri-ciri lain jenis ini adalah adanya biaya penarikan pada 6 tahun pertama, ini dimaksudkan supaya tidak ada penarikan di awal-awal polis berjalan.

3.Hybrid Loading

Sesuai dengan namanya, jenis ini mengkombinasikan antara Front End Loading dan Back End Loading, sehingga biaya akuisisinya ada di posisi menengah, biasanya hanya tahun pertama dan kedua.

Baca juga : FWD Bebas Ikhtiar

Disini juga dikenal dengan biaya pemeliharaan dan biaya withdrawal sampai tahun ke 6 seperti pada Back End Loading.

Demikianlah pelajaran kita kali ini, mudah-mudahan bermanfaat.

Kesalahan Pengguna Asuransi Yang biasa Terjadi

Kesalahan Pengguna Asuransi Yang biasa Terjadi

Kita dituntut untuk untuk menjadi pribadi yang lebih cerdas dalam mensiasati segala tantangan yang datang. Dampak kerugian yang harus dibuat seminim mungkin supaya kita selalu dapat terus maju. Sayangnya banyak orang yang tidak memiliki kemampuan yang baik dalam mengelola hidupnya. Begitu juga dalam penggunaan asuransi, yang sudah mahal-mahal dibeli ternyata seringkali malah tidak ada fungsinya sama sekali.

Fungsi Penting Asuransi

Fungsi penting asuransi adalah menjamin dan melindungi aset yang diasuransikan baik itu kesehatan, jiwa nasabah, maupun aset yang dimiliki nasabah. Fungsi penting ini bisa menjadi tidak berarti ketika ternyata kita salah dalam memilih produk. Sehingga sangat penting bagi kita untuk mengetahui kesalahan-kesalahan apa yang umumnya terjadi dalam membeli polis-polis.

Kesalahan Dalam Memilih Asuransi

Saat ini asuransi sudah banyak orang yang menggunakan apalagi setelah munculnya BPJS sebagai perlindungan kesehatan dan ketenagakerjaan, apalagi dengan premi yang sangat rendah. Seringkali orang ingin memiliki perlindungan tambahan selain BPJS karena merasa masih kurang perlindungannya. Tetapi seringkali keputusan itu malah menjadi sebuah kesalahan fatal. Apa saja kesalahan dalam ber asuransi yang sering terjadi di masyarakat? Ayo kita simak dan jadikan hal ini sebagai pedoman untuk tidak melakukan kesalahan yang sama.

1. Kasihan Dengan Agen Yang Menawarkan

Bisa dikatakan bahwa untuk mendapatkan nasabah, terutama bagi perusahaan swasta bukanlah sebuah perkara yang mudah. Kemungkinan yang muncul akibat sulitnya mendapatkan nasabah ini bisa jadi pengetahuan nasabah yang kurang mengenai pentingnya asuransi atau juga bisa karena premi yang cukup tinggi sehingga membuat nasabah berpikir untuk menunda mendaftarkan dirinya sebagai nasabah. Kesulitan dalam menarik perhatian masyarakat agar menjadi nasabah asuransi terkadang cukup membuat para agen menjadi pekerja dengan imej membutuhkan belas kasihan. Pada akhirnya, calon nasabah tidak jarang ada yang mendaftarkan diri sebagai nasabah hanya karena kasihan terhadap agen promosinya yang mungkin bisa jadi orang terdekat seperti keluarga dan tetangga.

Tetapi sadarkah Anda bila dengan sikap ini Anda bisa saja mendapatkan perlindungan yang salah dan tidak sesuai? Belum lagi jika premi yang harus Anda bayar per bulan relatif tinggi. Masih terdapat masalah mengenai aturan dan kebijakan yang ditetapkan perusahaan asuransi, misalnya mengenai pengajuan klaim, yang berbeda antara satu perusahaan dengan perusahaan lain.

2. Tidak Mengetahui Manfaat  yang Dipilih

Poin 2 ini mungkin menjadi poin yang cukup memprihatinkan namun kerap terjadi. Tidak jarang masyarakat terdaftar sebagai anggota atau nasabah asuransi tertentu dengan pikiran mendapatkan proteksi dan jaminan terhadap dirinya selaku pemegang polis. Nyatanya, tidak semua jenis asuransi memberikan manfaat yang sama, meski terkadang beberapa jenis bergabung menjadi satu paket dengan jenis asuransi yang lain.

Misalnya Anda membeli program pendidikan untuk kepentingan edukasi buah hati. Yang Anda tahu program tersebut hanya memprioritaskan proteksi terhadap kebutuhan pendidikan anak. Anda mungkin tidak tahu bahwa dalam asuransi tersebut terdapat fasilitas lain misalnya asuransi kesehatan anak yang akan berpengaruh terhadap premi yang ditawarkan oleh perusahaan asuransi. Bisa jadi pada saat yang bersamaan, Anda sudah memiliki BPJS Kesehatan atas nama anak Anda dan merasa cukup dengan asuransi pemerintah tersebut. Alhasil, fasilitas kesehatan pada asuransi pendidikan dari perusahaan asuransi swasta tadi sia-sia.

3. Tidak Ada yang Tahu Anda Memiliki Asuransi

Ketika Anda tidak memberi tahu kepada orang-orang terdekat Anda bahwa Anda memiliki polis, efeknya akan sama saja ketika Anda tidak memiliki proteksi. Maksudnya, ketika terjadi apa-apa dengan Anda yang biayanya bisa tertanggung dari klaim yang Anda ajukan kepada perusahaan tempat Anda mendaftarkan diri sebagai nasabah, keluarga Anda tidak akan mengajukan klaim dan berusaha menutupi semua tagihan sendiri. Padahal mungkin nominal klaim yang bisa Anda dapatkan sangat cukup untuk membiayai kebutuhan Anda saat itu juga. Dan juga pengurusannya lebih cepat karena telah ada kerja sama antara perusahaan asuransi dengan beberapa instansi seperti rumah sakit.

Membiarkan keluarga atau kolega Anda tidak mengetahui bahwa Anda memiliki polis juga akan memberatkan mereka yang akan mengurus segala keperluan Anda yang sebenarnya sudah Anda persiapkan, hanya tinggal persoalan siapa tenaga yang akan mengurusnya.

4. Tidak Melakukan Evaluasi Bersama dengan Agen Anda

Sebelum memilih berinvestasi emas, ada baiknya Anda mempelajari lebih dulu apa saja keuntungan dan kelebihan yang mungkin timbul. Berikut penjelasannya. Sebelum memilih berinvestasi emas, ada baiknya Anda mempelajari lebih dulu apa saja keuntungan dan kelebihan yang mungkin timbul. Berikut penjelasannya.

Jalinlah komunikasi yang baik dengan agen Anda. Ini akan membantu Anda untuk mendapatkan berita terbaru mengenai produk Anda dan Anda bisa melakukan penyesuaian terhadap produk yang tujuannya adalah memberikan proteksi. Jangan sampai Anda membuang uang untuk hal yang tidak Anda ketahui manfaatnya dan tidak bisa melakukan klaim akibat adanya perubahan kebijakan dalam polis Anda.

5. Tidak Mengetahui Perbedaan Antara Proteksi dan Investasi

Kebanyakan masyarakat kita tidak bisa membedakan antara proteksi dan investasi. Keduanya dianggap sama karena proteksi dianggap sebagai salah satu bentuk penggandaan uang dengan manfaat lebih yaitu memberikan proteksi sesuai dengan kebutuhan Anda. Perbedaan yang pasti antara proteksi dan investasi adalah tujuan keduanya. Asuransi menjamin dan memberikan proteksi terhadap diri, jiwa, atau aset yang diasuransikan dengan membayar sejumlah premi dalam tenggang waktu tertentu.

Sementara investasi merupakan sebuah kegiatan penanaman modal yang bertujuan mendapatkan keuntungan di masa mendatang. Memang pada akhirnya akan bisa diklaim namun ini kurang pas bila dikatakan sama dengan investasi, karena asuransi menjamin dan memberikan proteksi terhadap yang diasuransikan. Berbeda dengan investasi yang tidak menjamin dan memberikan proteksi, bahkan rentan menjadi objek yang terkena imbas dari suatu kejadian tak terduga.

Pentingnya Berasuransi

Mungkin ini adalah kesalahan terburuk dalam dunia asuransi. Anda tidak memberikan jaminan proteksi terhadap diri Anda, keluarga, maupun aset yang Anda miliki, sehingga rentan untuk terkena efek-efek yang mungkin merugikan Anda seperti kecelakan dan lain-lain. Untuk itu penting sekali Anda berasuransi dari sekarang, untuk mengantisipasi kejadian yang tidak terduga di masa yang akan datang.

Sumber : Cermati