Cara Mengatur Keuangan Rumah Tangga dengan Prinsip BOLA

Cara Mengatur Keuangan Rumah Tangga dengan Prinsip BOLA

Cara mengatur keuangan rumah tangga memiliki banyak variasi, tetapi biar bagaimanapu keuangan keluarga harus diatur dengan tepat. Banyak keluarga yang berujung dengan perpisahan dengan alasan keuangan ini. Oleh sebab itu carilah cara mengelola keungan yang tepat untuk keluarga kita.

Salah satu metode mengatur keuangan rumah tangga adalah dengan prinsip 50 – 30 -10 – 10, karena bentuknya mirip dengan susunan pemain bola, oleh sebab itu saya namakan prinsip bola, hanya untuk mudah mengingatnya saja.

Prinsip  pengelolaan keuangan ini didasari atas skala prioritas kebutuhan, dengan tetap mempertimbangkan rencana investasi dan risiko pengeluaran tidak terduga yang mungkin saja terjadi.

1. Pos Biaya Hidup

 

Besarnya pos biaya hidup bisa fleksibel dan kita batasi sampai 50% penghasilan kita. Lakukan hal ini secara disiplin, dan pisahkan uang ini di rekening berbeda, atau mungkin kita bisa belajar dengan emak-emak tempo dulu, yang memisahkan uang-uang ini dengan menggunakan amplop.

Metode menggunakan amplop dapat membuat kita menjadi disiplin mengatur uang kita, dan kita fokus kepada uang yang tersimpan diamplop ini.

Misalnya kita memiliki penghasilan sebesar Rp. 5.000.000,-, maka uang untuk pos ini adalah Rp. 5.000.000 x 50% = Rp. 2.500.000,-. Pisahkan uang ini untuk kebutuhan sehari-hari. Misalnya pengeluaran ini untuk ayah, ibu dan seorang anak, maka contoh rinciannya adalah sebagai berikut:

  • Biaya Makan : Rp. 1.350.000,- (Rp. 15.000,- x 30 x 3)
  • Belanja bulanan : Rp. 400.000,-
  • Tranportasi : Rp. 350.000,-
  • Pulsa : Rp. 200.000,-
  • Biaya tak terduga : Rp. 200.000,-

2. Pos Tagihan

Pos tagihan ini besarnya adalah 30% dari penghasilan kita, jadi untuk contoh saat ini, karena menggunakan penghasilan Rp. 5.000.000 maka besarnya adalah Rp. 1.500.000,-. Pos ini jangan sampai terganggu, karena akan menyebabkan kegiatan Rumah Tangga dapat terhenti. Contoh perhitungannya adalah :

  • Premi asuransi : Rp. 153.000,- (BPJS kelas 2 untuk 3 orang).
  • Cicilan rumah : Rp.1.000.000,- (Rumah sederhana KPR 15 tahun)
  • Air, Listrik dan iuran lingkungan : Rp. 347.000,-

3. Pos Dana Tabungan dan Investasi

Besarnya Pos ini adalah Rp. 500.000,-, terlihat tidak terlalu besar, tetapi kalau kita disiplin menabung dan selalu melihat peluang investasi, uang ini dapat berkembang berkali lipat, bahkan akhirnya dapat menjadi penghasilan tambahan juga. Pos ini dapat digunakan untuk biaya liburan, tabungan pendidikan bahkan dapat juga sebagai modal usaha.

4. Dana Sosial

Ulang tahun, pernikahan, dan acara sosial lainnya sering kali tidak dianggarkan, sehingga tanpa kita sadar akan memakan pos-pos lainnya. Dalam bab ini seandainya penghasilan kita Rp. 5.000.000,- maka sisihkan 10% nya yaitu Rp. 500.000,- untuk urusan-urusan seperti ini. Pos ini juga dapat digunakan sebagai dana darurat, jadi sebaiknya apabila ada sisa dari pos ini, simpan buat dana darurat kita. Pos ini adalah yang paling fleksibel, dapat digunakan juga untuk menutupi kekurangan-kekurangan pos lainnya seandainya ada hal yang diluar perkiraan.

 

Untuk menjalankan prinsip 50 – 30 – 10 – 10 kita harus benar-benar berkmitmen dan disiplin. Biasakan mencatat pengeluaran kita secara disiplin, karena catatan-catatan itu dapat kita pelajari untuk mengatur keuangan kita selanjutnya. 

Perhatikan pengeluaran-pengeluaran darurat yang terus menerus, apakah kebutuhan itu perlu dimasukkan sebagai pengeluaran rutin, sehingga keseimbangan keuangan kita selalu terjaga. Selamat mendoba yaa …

Cara Mengatur Keuangan Supaya Hemat

Cara Mengatur Keuangan Supaya Hemat

Penghasilan kita akan semakin efektif apabila cara mengatur keuangan nya dengan metode yang tepat. Seringkali penghasilan kita menentukan cara kita mengatur keuangan, padahal apabila kita mengatur keuangan dengan baik, dampaknya akan sangat terasa dalam jangka waktu panjang.

Setiap keluarga pasti memiliki rencana-rencana untuk masa depannya, seperti : liburan, memiliki mobil, memiliki rumah dan lain-lain. Rencana-rencana ini tentunya membutuhkan uang yang tidak sedikit. Sementara untuk mencari penghasilan tambahan tidaklah mudah. Untuk itulah dibutuhkan cara mengatur keuangan yang tepat sehingga semua impian kita bisa terpenuhi. Bagaimana Cara Mengatur Keuangan yang tepat, silahkan simak tips-tips ini.

1. Evaluasi Kembali Biaya Rumah Tangga
Banyak orang yang sulit mengatur keuangan, karena sebagian besar penghasilannya sudah terpotong oleh biaya KPR rumah. Rumah memang penting untuk dimiliki, tetapi belilah dengan cara yang tepat. Cicilan rumah yang tepat adalah jangan melebihi 25% dari penghasilan kita. Jadi carilah KPR dengan harga cicilan yang tidak membebani, atau menabung dulu supaya bisa memberikan DP yang besar sehingga cicilan menjadi lebih ringan.

Hindari tawaran-tawaran DP 0, karena sebetulnya harga itu tetap dibayar hanya terdistribusi ke cicilan bulanan.

Apabila kita belum siap untuk mengambil rumah, carilah kontrakan rumah yang cukup murah dan terjangkau, sehingga kita masih bisa menabung untuk mendapat DP yang besar.

2. Rencanakan Belanja Bulanan
Pengeluaran kita seringkali boros karena kita berbelanja lebih karena keinginan dari pada kebutuhan, sehingga yang terbeli lebih banyak sesuatu yang memang tidak kita butuhkan. Dan ini tentunya menjadi pengeluaran yang sia-sia dan bisa saja cukup besar.

Buatlah setiap bulan rencana-rencana pengeluaran, pisahkan antara kebutuhan tersier dengan kebutuhan primer. Kebutuhan primer adalah Belanja rutin bulanan, bayar listrik, PAM dan lain-lain. Kebutuhan Tersier adalah seperti Membeli baju, makan diluar bersama teman-teman dan lain-lain.

Cobalah kita selalu disiplin dengan rencana pengeluaran yang telah kita buat, sehingga perencanaan kita menjadi efektif.

3. Atur Kartu Kredit Anda
Jangan biasakan menggunakan kartu kredit, seandainya terpaksa harus menggunakannya, maka lunasi segera sebelum jatuh tempo. Seandainya kita tidak memiliki cukup uang, ubahlah menjadi cicilan yang tetap, sehingga terkena bunga yang jauh lebih murah.

Seandainya memang harus memiliki kartu kredit, milikilah satu kartu kredit saja, karena biaya keanggotaan tahunannya cukup besar, jadi bayangkan kalau kita memiliki lebih dari satu kartu kredit.

Jangan membayar Kartu Kredit dengan cicilan minimal, karena bunga yang dikenakan akan sangat besar sekali. 

Jadikan Kartu Kredit sebagai alat yang  memudahkan kita bertransaksi, bukan untuk berhutang. Misalnya ketika kita sedang melakukan perjalanan yang jauh.

4. Miliki Pengatur Suhu Otomatis
Dengan meningkatnya suhu bumi, otomatis kebutuhan akan AC tidak terhindarkan lagi, oleh sebab itu pilihlah AC yang menawarkan daya penggunaan yang paling rendah dan memiliki pengaturan suhu secara otomatis. Usahakan jangan menggunakan suhu yang terlalu rendah, karena ini akan membuat AC menyedot daya yang lebih besar.

5. Biasakan Tidak Makan diluar
Makan diluar memang mengasyikkan, tetapi tahu nggak berapa besar biaya yang kita anggarkan untuk kegiatan ini. Seandainya sekali kita makan di resto 60 ribu, berarti dalam sebulan apabila kita melakukan 10 kali ke resto maka pengeluaran kita mencapai 600 ribu.

Jadi cobalah biasakan memasak makanan di rumah, minimal buat makan pagi dan malam.

6. Kurangi berkendara ketempat yang mudah dijangkau
Seringkali kita malas bergerak, sehingga ke tempat-tempat yang terjangkau saja kita menggunakan kendaraan bermotor, hal ini membuat budget bensin kita akan naik. Jadi biasakan kita ketempat-tempat yang dekat kita berjalan kaki atau menggunakan kendaraan umum.

Lagi pula, sebenarnya dengan rajin berjalan kaki tentunya akan membuat tubuh kita menjadi selalu prima, sehingga terhindar dari sakit, ini membuat budget kesehatan kita menjadi rendah.

7. Rencanakan tempat belanja
Dengan membuat rencana belanja yang baik, maka seringkali kita dapat mengatur belanja barang-barang tertentu dalam bentuk grosir, sehingga bisa mendapat harga yang jauh lebih murah.

Kita juga dapat memilih tempat-tempat belanja dengan harga yang miring, jangan hanya fokus ke supermarket atau minimarket yang seringkali harga barang-barang tertentu cukup mahal.

8. Lunasi semua tagihan tepat waktu
Saat ini banyak sistem pembayaran yang kita lakukan secara bulanan, seperti TV kabel, PAM, PLN, Kartu Kredit , KPR dan lain-lain. Memang pembayaran seperti ini dapat membuat sistem pembayaran kita menjadi terlihat murah. Tetapi tahu tidak, beberapa sistem pembayaran ini mengenakan denda keterlambatan, misalnya seperti tv kabel dapat mencapai 150 ribu rupiah per keterlambatan, bahkan ada yang dikenakan bunga harian. Tentunya hal ini akan membuat pengeluaran kita membengkak, dan terbuang percuma, padahal kalau dialokasikan untuk pembayaran lain menjadi lebih efektif.

Jadi bayarlah tepat waktu jangan pernah tunda pembayaran yang sudah rutin.

9. Gunakan Discount dan promo
Seandainya kita cukup jeli, banyak discount dan promo yang bisa kita manfaatkan, dan tentunya ini dapat menekan pengeluaran kita.

Jangan malu-malu memanfaatkan fasilitas discount atau promo yang kita dapatkan, karena sering kali nilainya bisa sangat besar.

10. Mengatur pengeluaran dalam beraktifitas
Coba kita mengatur aktivitas kita dengan efektif, sehingga kita dapat menghemat beberpa pengeluaran yang tidak perlu. Misalnya kita akan melakukan perjalanan dinas, coba atur supaya kita bisa pergi sekalian makan siang, sehingga pengeluaran BBM bisa kita hemat.

11. Beli barang sesuai kebutuhan
Belilah barang sesuai dengan kebutuhan kita, jangan selalu mengikuti hawa nafsu kita. Keinginan akan barang-barang bagus dapat mendorong pikiran kita untuk mencari alasan bahwa barang itu seolah-olah dibutuhkan. 

Jadi berhati-hatilah dalam menganalisa sebuah kebutuhan, apakah itu suatu kebutuhan atau hanya keinginan saja. 

12. Biasakan menabung
Kata orang menabung pangkal kaya, tetapi faktanya lebih banyak orang yang gagal dama menabung, ini lebih karena cara fikir yang salah.

Biasakan menabung tidak menggunakan uang sisa, tetapi taruh didepan ketika kita baru mendapat penghasilan. Sehingga tabungan itu selalu terisi, karena kalau kita menunggu uang sisa, tentunya kita tidak akan pernah memiliki tabungan itu.

Rencanakan ketika kita menginginkan sebuah barang, tabung dulu baru beli, supaya kita tidak terlibat hutang yang berlarut.

13. Pergi belanja dalam keadaan perut kenyang
Ketika kita mau pergi belanja atau pergi ke pusat-pusat perbelanjaan, isilah perut kita dahulu. Perut kosong akan menggerakkan keinginan kita untuk berbelanja.

14. Cari penghasilan tambahan 
Manfaatkan waktu-waktu kosong kita untuk hal-hal yang sangat produktif. Saat ini banyak sekali penghasilan tambahan yang ditawarkan, dari berjualan asuransi sampai internet marketing. Carilah usaha yang memang kita sukai, sehingga pekerjan kita menjadi efektif.

Disiplin mengelola uang
Ada banyak cara untuk melakukan pengaturan uang supaya hemat, tetapi tetap saja Kunci dari keberhasilan kita mengelola uang adalah DISIPLIN.  

Dengan disiplin, maka banyak hal yang tidak terbayang akan dapat kita wujudkan, sehingga hidup kita juga akan lebih baik.

Demikian tips-tips Mengatur Keuangan ini, mudah-mudahan bermanfaat.