Pada tahun 2018 telah dilakukan penelitian oleh pemerintah yang hasilnya dalam bentuk Laporan Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas 2018), dalam laporan ini disebutkan bahwa risiko masyarakat Indonesia terserang penyakit kritis semakin meningkat. Hal ini terlihat dari meningkatnya prevalensi penyakit tidak menular dalam laporan tersebut.

Kenaikan ini sangat berhubungan erat dengan pola hidup masyarakat, seperti kurang olahraga, merokok, minum minuman beralkohol, serta kurang makan sayur dan buah.

Laporan ini mencatat tiga penyakit kritis yang meningkat dibandingkan laporan yang sama di periode sebelumnya.

Ginjal

Penyakit ginjal kronis merupakan salah satu penyakit kritis yang jumlah kasusnya terus meningkat. Naik 2% pada periode sebelumnya menjadi 3,8% pada 2018.

Sering disebut Gagal Ginjal Kronis merupakan kondisi saat fungsi ginjal menurun atau gagal menjalankan tugasnya. Fungsi utama ginjal adalah menyaring limbah dan kelebihan cairan dari darah sebelum dibuang melalui cairan urin. Kedua ginjal setiap harinya menyaring 120-150 liter darah dan menghasilkan 1-2 liter urin.

Beberapa komplikasi disebabkan penyakit ini, seprti hiperkalamia atau kenaikan kadar kalium yang tinggi dalam darah, penyakit jantung, anemia, hingga kerusakan sistem sraf pusat.

Stroke

Penyakit ini adalah salah satu penyakit paling mematikan di Indonesia, di Laporan Riskesdas 2018 melaporkan kenaikan prevalensi stroke dari 7% menjadi 10,9%. Kenaikan yang cukup tinggi.

Stroke adalah kondisi yang terjadi ketika aliran darah yang menuju ke otak terganggu atau berkurang akibat penyumbatan atau pecah pembuluh darah. Tanpa darah yang cukup, otak akan kekurangan asupan oksigen dan nutrisi, sehingga sel-sel pada sebagian area otak akan mati. Stroke dapat menyebabkan kelumpuhan hingga kematian jika tidak ditangani dengan cepat.

Kanker

Penyakit ini sangat mematikan karena setiap tahun angka kematiannya mencapai 10 juta. Dalam laporan Riskesdas 2018 prevalensi penyakit ini meningkat dari 1,4 % menjadi 1,8 %. Penyakit kanker yang sering menyerang di negara kita dan menyebabkan banyak kematian adalah kanker payudara, kanker serviks, dan kanker paru. Meski lebih sering menyerang wanita, namun para pria juga memiliki resiko terserang kanker, misalnya kanker paru, kanker usus dan kanker prostat.

Penyakit ini disebabkan pertumbuhan sel didalam tubuh yang tidak terkontrol. Pertumbuhan sel yang tidak normal ini awalnya di bagian tubuh tertentu dan menyebar ke bagian tubuh lain hingga penyebabkan kematian.

Pola hidup yang tidak baik tentunya akan meningkatkan resiko-resiko terkena penyakit kritis lainnya, yang saat ini sudah berkembang sangat banyak. Ketika kita terkena satu penyakit kritis, walaupun akhirnya kita sembuh, bukan berarti kita terbebas dari penyakit kritis lainnya, karena seringkali pengobatan untuk satu penyakit akan memicu penyakit lainnya.

Baru-baru ini kita mendapat berita bagaimana seorang artis terkenal terkena lagi sakit kanker untuk kedua kalinya, dan ini menyebabkan jiwanya tidak tertolong. Atau ada juga yang terjadi pada kawan saya karena pengobatan kankernya, malah menyebabkan gagal ginjal, karena ginjalnya tidak kuat. Jadi penyakit-penyakit kritis ini sangat mungkin buat berulang.

Hal yang sama dari semua penyakit kritis adalah, akan dibutuhkan biaya yang sangat besar untuk pengobatan dan pemulihan, beberapa orang malah membutuhkan pengganti penghasilan juga.

Ada banyak cara sebetulnya mengatasi biaya-biaya ini, yaitu :

  1. Menjual Aset atau mencairkan Aset, tentu cara ini nggak mudah, karena dalam situasi yang kepepet tentunya harga jual barang bisa sangat jatuh, seandainya kita ada uang cash pun, tentunya akan ada batasnya dan sangat membebani cashflow.
  2. Meminjam, situasi ini yang paling tidak menyenangkan karena tidak mudah mencari pinjaman, apalagi kalau jumlah besar, dan masalah baru timbul apabila kita sudah pulih, karena harus mengembalikan tentu akan sangat membebani.
  3. Minta sumbangan, memang kita siapa? Yang bisa dengan mudah minta sumbangan sana sini.
  4. Asuransi, Ini adalah bentuk perencanaan, jadi menyiapkan sebelum terjadi, bayangkan kalau kita siapkan dari usia 30 tahun, hanya dengan 24 jutaan setahun selama 10 tahun, kita mendapat perlindungan sampai 4,2 Milyar (Sakit Kritis Major 3x sampai 3 M, Sakit Kritis minor 200 jt 1x dan meninggal dunia 1M) sampai usia 80 tahun. Setiap manfaat yang keluar tidak akan mengurangi manfaat lainnya. Dan apabila tidak terjadi apa-apa uang yang kita bayar akan dikembalikan tanpa potongan di akhir kontrak dan di jamin.

Tinggal pilih yang paling mudah dan murah kan, tentunya asuransi pilihannya. Contoh diatas menggunakan produk¬† FWD Critical Amor, kalau mau tahu lebih detil klik gambar Whatsapp¬†dibawah atau kalau mau minta ilustrasi tinggal klik Let’s Talk.